LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PPP Sultra yakin pasangan Prabowo-Hatta keok lawan Jokowi

PPP Sultra ancam gembosi 120 ribu suara jika Prabowo ngotot gandeng Hatta di pilpres.

2014-05-17 11:13:53
Capres Jokowi
Advertisement

Capres Gerindra Prabowo Subianto santer terdengar bakal meminang Ketua Umum PAN Hatta Rajasa sebagai cawapresnya di pilpres 9 Juli mendatang. Penunjukan Hatta menuai pro dan kontra di kalangan mitra koalisi khususnya PPP .

Ketua DPW Sulawesi Tenggara (Sultra) Laode Songko Panatagama salah satu yang tidak setuju dengan pencalonan Hatta mendampingi Prabowo. Menurut dia, Hatta tidak akan mendongkrak suara Prabowo.

"Soal capres Prabowo PPP Sultra sangat mendukung bahkan sejak awal kami sudah memberikan dukungan kepada Prabowo melalui ketua umum Suryadharma Ali , bukan hanya DPW tapi 14 DPC se-Sulawesi Tenggara itu kompak mendukung Prabowo. Masalahnya sekarang adalah Prabowo memilih Hatta sebagai cawapres," kata Laode kepada merdeka.com, Sabtu (17/5).

Laode mengancam akan membuat PPP Sultra tidak bekerja jika Hatta benar-benar menjadi cawapres Prabowo. Dia yakin tidak akan menang jika pasangan Prabowo-Hatta maju di pilpres.

"Ini kemudian menjadikan saya berpikir ulang untuk nantinya bekerja mensukseskan Prabowo-Hatta Rajasa. Artinya kami berpikir realistis bahwa mendukung kandidat itu inginnya harus menang, sedangkan Prabowo-Hatta itu dari analisa kami berat peluangnya untuk menang," tegas dia.

Dia meyakini DPW Sultra dan 14 DPC satu suara dengan dirinya yang tidak setuju dengan Hatta jika menjadi cawapres Prabowo. Apalagi, kata dia, ada 120 ribu suara representasi pemilih PPP dari hasil pemilu legislatif di Sultra yang terancam membelot dari Prabowo.

"Kalau Prabowo tetap memaksakan maka 120 ribu suara PPP yang diperoleh pileg kemarin itu saya pastikan gembos. Sebab, PPP di Sultra sangat solid," tegas dia.

Laode menilai, untuk mengimbangi Prabowo, sebaiknya untuk cawapres diambil dari kalangan Nahdliyin. Dia mencontohkan, sosok seperti Mahfud MD, Jusuf Kalla (JK), atau Suryadharma Ali (SDA) cocok jadi cawapres Prabowo.

"Kemudian agak rancu ketika Prabowo menetapkan Hatta sebagai cawapres, mestinya Prabowo memilih orang yang memiliki latar belakang NU. Bisa Pak SDA, Mahfud MD, atau bisa juga JK. Saya sudah mencari alasan kebenaran bahwa pasangan militer dan Muhammadiyah memiliki probabilitas besar, tapi tidak ada, saya tidak menemukan referensi untuk itu," kata dia yakin.

Sinyal Prabowo akan menggandeng Hatta semakin terasa ketika keduanya bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait pengunduran diri Hatta sebagai Menko Perekonomian. Alasannya, seorang menteri harus mundur jika ingin menjadi capres atau cawapres.

Baca juga:
Said Aqil dukung Prabowo demi selamatkan bangsa
Jokowi: Siapa bilang ada poros Demokrat-Golkar?
Prabowo: Orang PKS tak seseram yang dibayangkan
Usai temui Megawati, Wiranto dukung pencapresan Jokowi
Anis Matta: Prabowo bukan sosok yang menakutkan

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.