PPP ngotot usung Uu Ruzhanul, PKB siap tarik dukungan untuk Ridwan Kamil
Dia mengatakan, sejauh ini PKB masih belum menemukan kata sepakat dengan NasDem dan PPP mengenai wakil untuk Ridwan Kamil. Sehingga partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar ini belum setuju dengan Uu Ruzhanul Ulum yang diajukan PPP.
Ketua DPW PKB Jabar, Syaiful Huda mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Partai Golkar. Keputusan untuk menerima Golkar atau tetap mendukung Ridwan Kamil ditentukan pada pekan ini.
"Menurut saya, koalisi di luar pasangan Sudrajat-Syaikhu (yang didukung Gerindra, PKS, PAN) masih cair. Artinya potensi terjadi cross yang sudah ada," katanya saat dihubungi, Sabtu (30/12).
Dia mengatakan, sejauh ini PKB masih belum menemukan kata sepakat dengan NasDem dan PPP mengenai wakil untuk Ridwan Kamil. Sehingga partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar ini belum setuju dengan Uu Ruzhanul Ulum yang diajukan PPP.
Sebagai jalan tengah, Huda mengusulkan, untuk mencari figur lain di luar partai untuk meminimalisir gesekan di internal koalisi. Namun, dia mengungkapkan, faktor yang membuat PKB masih bertahan karena melihat Ridwan Kamil punya potensi menang.
"Posisi PKB memang sementara ini masih mendukung kang Emil (Ridwan Kamil). Tapi, terkait tawaran kang Dedi Mulyadi (Ketua DPD Golkar Jabar) untuk ngajak PKB tergantung dari dinamika minggu ini," ucapnya.
Dinamika yang dimaksud adalah, selama usulan untuk mendorong figur alternatif diakomodir partai koalisi, PKB akan tetap bertahan. Itu bisa diselesaikan jika PPP tidak ngotot memajukan kadernya.
"Kondisi objektif kita adalah popularitas PKB diatas PPP," jelasnya.
Sejumlah nama di luar partai, Huda mengaku telah menyiapkan sejumlah alternatif. Nantinya nama-nama itu akan disodorkan ke koalisi dan dibahas dengan Ridwan Kamil.
"Kami sudah menyiapkan nama yang kita tawarkan ke parpol koalisi. Mudah-mudahan tanggal 4-5 Januari sudah ada kejelasan," pungkasnya.
(mdk/fik)