LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PPP: Koalisi Jokowi ketawa-ketawa, kubu Prabowo serius-serius

Arsul menyampaikan, koalisi partai pendukung Jokowi sudah mulai merancang waktu pendaftaran capres-cawapres dan mematangkan strategi pemenangan. Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, tidak lama lagi Jokowi akan mengumumkan nama cawapres pilihannya dan semua partai koalisi akan solid mendukungnya.

2018-08-08 07:32:00
Jokowi
Advertisement

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menjamin, koalisi kubu Joko Widodo semakin solid. Meskipun, hingga hari keempat pedaftaran capres dan cawapres dibuka KPU, koalisi petahana belum juga mengumumkan siapa pendamping Jokowi di Pilpres 2019. Arsul malah melihat sebaliknya. Koalisi di kubu Prabowo Subianto yang terlihat masih rentan.

Arsul menyampaikan, koalisi partai pendukung Jokowi sudah mulai merancang waktu pendaftaran capres-cawapres dan mematangkan strategi pemenangan. Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, tidak lama lagi Jokowi akan mengumumkan nama cawapres pilihannya dan semua partai koalisi akan solid mendukungnya.

"Yang di sebelah (koalisi Prabowo) kan serius-serius mimiknya. Itu tanda checklist yang belum selesai banyak, gitu lho," kata Arsul kepada wartawan, Rabu (8/8).

Advertisement

Arsul menegaskan, nama cawapres Jokowi sudah disepakati dan tinggal menunggu waktu tepat untuk diumumkan.

Sementara itu, jelang berakhirnya masa pendaftaran capres-cawapres, koalisi pendukung Prabowo masih disibukkan dengan pambahasan figur yang akan diusung jadi cawapres.

Alotnya penetapan cawapres Prabowo disebabkan masing-masing partai pendukungnya belum legawa jika figur yang direkomendasikan tidak dipilih jadi cawapres.

Advertisement

PKS masih ngotot meminta Prabowo memilih Salim Segaf Al Jufri atau Ustaz Abdul Somad menjadi cawapres. Sementara Demokrat disebut mengajukan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres.

"Nama cawapres Pak Jokowi bukannya belum selesai dibahas, tapi belum diumumkan," ujar Arsul.

Pada Selasa siang, para sekretaris jenderal partai politik pengusung Jokowi sebagai capres menyambangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk berkonsultasi soal pendaftaran pasangan capres-cawapres.

Sembilan Sekjen partai pendukung Jokowi itu berasal dari PDIP, Golkar, PPP, Hanura, Nasdem, PKPI, PSI, PKB, Perindo.

"Yang belum solid kan di tempat mereka (koalisi Prabowo), kalau di tempat kami, bagaimana enggak solid? Wong datang ke KPU bareng-bareng, ketawa-ketawa," ungkap Asrul.

Baca juga:
Syarat dari koalisi Jokowi jika ada partai yang mau gabung
NasDem tak masalah koalisi Jokowi dianggap tak solid soal Cawapres
Zulkifli Hasan diam-diam temui Jokowi di Istana
Indonesia luas, alasan koalisi Jokowi siapkan 200 jubir di Pilpres 2019
Wasekjen Golkar sebut kekuatan kader kompak bila Jokowi gandeng Airlangga
Sekjen PDIP ungkap kemungkinan satu parpol gabung dukung Jokowi
Koalisi Jokowi terbuka lebar jika ada parpol yang ingin bergabung

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.