LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PPP harap dapat 'limpahan' suara dari sosok Ma'ruf Amin

"Tentu harapan kami sebagai partai pengusung yang merupakan partai berbasis Islam, keberadaan KH Ma'ruf sebagai pemimpin tertinggi NU memberikan semangat dan warna baru bagi PPP," kata Ketua Umum PPP.

2018-08-10 14:55:11
Pilpres 2019
Advertisement

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengatakan keputusan Joko Widodo (Jokowi) menggandeng Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin bakal memberikan efek ekor jas (coat tail effect) yang seimbang kepada partai pengusung. Meski, Ma'aruf merupakan tokoh di luar partai politik.

Menurut pria yang akrab disapa Rommy itu, pasangan nasionalis-religius secara merata. Partai nasional bakal mendapatkan limpahan dari calon presiden, sementara wakil presiden memberikan efek suara kepada partai religius.

"Saya sering katakan berkali-kali bahwa pasangan nasionalis religius akan berikan coat tail effect yang seimbang antara kepada partai nasional kepada calon presidennya kepada partai religius oleh wakil presidennya," kata Rommy di kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, (10/8).

Advertisement

PPP berharap sebagai salah satu partai pengusung akan mendapatkan cipratan elektabilitas dari sosok Ma'ruf. Sebab partai berlambang Kabah itu memiliki identitas sebagai partai religius.

Rommy mengatakan sebagai pemimpin tertinggi Nahdlatul Ulama (NU), Ma'ruf memberikan semangat dan warna baru bagi PPP.

"Tentu harapan kami sebagai partai pengusung yang merupakan partai berbasis Islam, keberadaan KH Ma'ruf sebagai pemimpin tertinggi NU memberikan semangat dan warna baru bagi PPP," ujarnya.

Advertisement

Sebelumnya, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi mendaftarkan diri sebagai calon presiden dan wakil presiden ke KPU. Pasangan nasionalis dan religius itu diusung oleh enam partai dan dua partai baru. Partai tersebut adalah PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, PPP, PKB, PSI, Perindo, dan PKPI.

Baca juga:
JK soal Ma'ruf Cawapres Jokowi: Sebagai ulama pasti banyak pemilihnya
Sandiaga maju Pilpres 2019, istri ngaku sedih & minta dikuatkan
Amien Rais: Pak SBY adalah panutan kita, 10 tahun memimpin negeri ini
PPP: Siapa yang bersama ulama? Siapa yang meninggalkan Ijtima Ulama?
Sebelum ke KPU, Prabowo-Sandiaga tunaikan salat Jumat bersama

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.