LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PPP Bantah Zulhas: Jadi Oposisi Bukan Berarti Tidak Berbakti Kepada Bangsa

Baidowi malah berpendapat jika Zulkifli Hasan menyatakan hal demikian lantaran ingin bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Maruf Amin lima tahun ke depan.

2019-07-20 15:03:00
Partai Persatuan Pembangunan
Advertisement

Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menyebut oposisi tak kalah mulia dengan koalisi dalam membangun kepemerintahan Indonesia dalam lima tahun ke depan.

"Menjadi oposisi bukan berarti tidak berbakti kepada bangsa, justru oposisi dengan segala kapasitasnya memberikan kritik kepada pemerintah supaya sesuai konstitusi, supaya sesuai dengan kehendak rakyat juga, tidak kalah mulianya dengan berjuang di koalisi," ujar Baidowi dalam diskusi Polemik, di Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).

Baidowi menyatakan hal tersebut sekaligus menanggapi pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang menyebut sebaiknya tak ada oposisi dalam sistem demokrasi Pancasila. Menurut Baidowi, Zulhas berhak menyatakan hal tersebut.

Advertisement

"Itu hak PAN bicara begitu, hak Pak Zulkifli, tapi realitas demokrasi dimanapun itu selalu keniscayaan antara yang oposisi maupun koalisi, tujuannya apa? agar demokrasi berjalan secara sehat, check and balance-nya jalan, gitu," kata Baidowi.

Baidowi malah berpendapat jika Zulkifli Hasan menyatakan hal demikian lantaran ingin bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Maruf Amin lima tahun ke depan.

"Kalau kemudian ternyata Pak Zulkifli ada keinginan untuk masuk koalisi ya silakan saja, asalkan bisa diterima oleh Pak Jokowi dan juga teman-teman koalisi," kata dia.

Advertisement

Namun Baidowi mengingatkan, jika sebuah partai ingin bergabung dengan pemerintahan, maka harus secara total, tidak setengah-setengah.

"Siapa pun yang ada di koalisi, kami hanya mengingatkan koalisi ya koalisi yang beneran, artinya ketika bergabung dengan koalisi ya total. Kalau pun ada koreksi setiap kebijakan, ya dikoreksi bersama-sama, bukan seperti orang jalan, kaki kanannya di dalam, kaki kiri di luar, ini ambigu," kata dia.

Reporter: Fachrur Rozie

Baca juga:
Buka Komunikasi dengan Koalisi Jokowi, Sekjen PAN Berencana Bertemu PDIP & Golkar
Gerindra Incar Ketua MPR, PPP Pilih Tunggu Keputusan Koalisi Jokowi
10 Bulan jadi Oposisi di Pilpres 2019, Sekjen PAN Bilang 'Sesak Napas'
Harga Diri dan Gengsi, Demokrat Tolak Minta Jatah Menteri ke Jokowi
Dasco: Kalau Konsep Diakomodir Jokowi, Gerindra Gabung Pemerintah
Parpol Diminta Tak Malu-Malu Kucing Ungkap Sosok Calon Menteri

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.