LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PPP akui partai non-Ahok masih utak-atik calon alternatif

PPP akui partai non-Ahok masih utak-atik calon alternatif. Sekjen PPP Asrul Sani mengatakan partai-partai di luar pendukung Ahok-Djarot sedang melakukan simulasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur definitif. PKB, PAN, PKS, Gerindra, dan Demokrat sedang mengatur ulang pasangan calon tadi malam.

2016-09-21 15:32:49
PPP
Advertisement

Sekjen PPP Asrul Sani mengatakan partai-partai di luar pendukung Ahok-Djarot sedang melakukan simulasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur definitif. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan PKB, PAN, PKS, Gerindra, dan Demokrat untuk mengatur ulang pasangan calon tadi malam.

"Sampai pagi ini kami masih mensimulasikan pasangan-pasangan. Di samping simulasikan pasangan-pasangan yang ada, tadi malam kami juga tetap berkomunikasi dengan teman-teman Gerindra dan PKS untuk buka kemungkinan susun ulang pasangan yang sudah diusung dideklarasikan Gerindra dan PKS," kata Asrul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9).

Menurutnya, kemungkinan Pilgub DKI akan melibatkan 2 pasangan calon dan akan berlangsung head to head atau satu putaran. Hal tersebut akan terjadi apabila Gerindra dan PKS bergabung ke poros alternatif. Namun, jika Pilgub DKI berjalan dua putaran, pihaknya tetap konsisten tidak akan mendukung pasangan Ahok-Djarot.

"Artinya bisa saja di dalam Pilkada DKI ini yang terjadi head to head. Tapi enggak nutup kemungkinan juga tidak head to head tapi ada 3 pasang tetap dengan komitmen siapapun nanti kalau ada putaran ke-2 akan kami dukung sebagai konsistensi komitmen awal kita enggak dukung petahana," tegasnya.

"Sama besarnya 4 poros ini satukan dengan Gerindra dan PKS sehingga terhadap head to head. Peluangnya sama besarnya untuk 3 atau 2 pasangan. Ada manfaat maslahat dan mudaratnya kalau 2 atau 3 pasang," sambung Asrul.

Ditambahkannya, partai-partai non-Ahok akan kembali berembuk malam nanti untuk memutuskan jagoan yang akan mereka usung. Jika nama kandidat pesaing Ahok telah dikantongi, lanjut Asrul, pihaknya kemungkinan akan mendaftar ke KPU DKI besok.

"Hari ini akan kita finalkan. Kalau mungkin malam nanti, malam nanti. Kalau sebelum malam nanti sebelum jam 12 masih hari ini. Begitu kami finalkan nanti malam, bisa juga besok pagi sekaligus kita siapkan untuk pendaftaran," tandasnya.

Disinggung soal wacana Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Asrul enggan berspekulasi. Dia mengaku nama-nama tokoh potensial, termasuk wacana duet Anies-Sandiaga akan diputuskan dalam rapat nanti malam.

"Segala kemungkinan masih terbuka di mana di dalamnya ada ada Sandiaga, Anies. Masih kami memang sudah sepakat kemarin itu akan kita finalkan nanti malam," pungkasnya.

Baca juga:
Ahok-Djarot kurang 1 berkas, proses verifikasi sampai 29 September
'Ahok masih dianggap baik kepemimpinannya walaupun mulutnya begitu'
Anies mengaku belum putuskan maju di Pilgub, tunggu pimpinan parpol
Harapan Mega di Pilgub DKI: Demokrasi, aman, stabil
Megawati tegaskan soal Bhineka Tunggal Ika usung Ahok-Djarot

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.