LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PPP: Ada banyak kebohongan di kasus Ahok

Wakil Ketua Umum PPP Kubu Djan Faridz‎, Humphrey R Djemat‎ mengatakan sidang dugaan penistaan ‎agama yang telah berjalan sebanyak tujuh kali ini telah mendatangkan beberapa saksi pelapor. Humphrey menilai, kebanyakan saksi yang dibawa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) merupakan saksi palsu.

2017-01-29 11:35:45
PPP
Advertisement

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama menghadiri acara Pemberkatan Penggerak Militan Perempuan PPP di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat. Dengan mengenakan batik cokelat, dia langsung mendapatkan sambutan meriah dari ibu-ibu yang mengikuti acara tersebut.

Wakil Ketua Umum PPP Kubu Djan Faridz‎, Humphrey R Djemat‎ memberikan sambutan dalam acara pembekalan tersebut. Dia yang juga merupakan anggota penasihat hukum Basuki atau akrab disapa Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama memastikan bahwa calon petahana ini tidak bersalah.

Dia mengungkapkan, sidang dugaan penistaan ‎agama yang telah berjalan sebanyak tujuh kali ini telah mendatangkan beberapa saksi pelapor. Humphrey menilai, kebanyakan saksi yang dibawa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) merupakan saksi palsu.

"Sampi saat ini adalah saksi palsu, itu tidak tidak bisa ditutupi karena prosesnya sudah di pengadilan. Ada banyak kebohongan di sana. laporan tidak benar," katanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/1).

Humprey mencontohkan, adanya saksi pelapor yang menyatakan pidato Ahok kala menyinggung Surat Al-Maidah Ayat 51 dilakukan pada 6 September 2016, padahal kejadiannya pada 27 September 2016. Kemudian, ada pula laporan yang menyatakan pidato dilakukan di Bogor, bukan di Kepulauan Seribu.

"Saksi tidak bisa dipercaya, saksi tidak jujur. 12 saksi semua tidak bisa dipercaya, tidak ada melihat, mendengar dan menyaksikan langsung, hanya menonton video tersebut. Yang durasinya 13 detik, padahal pidato 1 jam 40 menit. Jadi enggak ada tujuan menistakan agama," tutupnya.

Baca juga:
Ahok tanggapi penilaian Anies soal IPM: Faktanya dapat 4 penghargaan
Pengakuan Ahok soal jadi 'wasit' antara Sylviana dengan Anies
Ahok janjikan pasang air gratis tapi bayar Rp 7.000 per hari
Plt Gubernur DKI: Pak Ahok ingin Transjakarta kuasai semua rute
Ahok unggul di survei SMRC, Golkar sebut sebagai fenomena
SMRC: Dukungan terhadap Ahok-Djarot kembali naik usai debat perdana
Gusur untuk normalisasi sungai jadi senjata lawan, ini kata Ahok

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.