LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Politisi PDIP: Serangan terhadap Jokowi tak diminati masyarakat

"Jangan dong 'menusuk' Jokowi dengan hal-hal yang tidak terkait kinerjanya," ujar Rustam.

2014-03-28 11:04:02
Pemilu 2014
Advertisement

Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan (DPD PDIP) Bangka Belitung (Babel) Rustam Efendi meminta semua kalangan tidak terus-terusan melancarkan serangan politik terhadap calon presiden PDIP Joko Widodo dengan cara-cara 'kotor'. Menurut dia, serangan tersebut tidak akan membuat nama Jokowi jelek di mata masyarakat.

"Semua serangan yang dilancarkan pada Jokowi merupakan gejala awal dalam kerangka demokrasi. Namun, jika hal itu dilakukan terus menerus dengan cara menuding dan menyalahkan, saya yakin hal itu tidak akan diminati oleh masyarakat," ujar dia saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (28/3).

Rustam menegaskan saat ini banyak politisi merasa sudah kalah sebelum bertanding dalam pemilihan legislatif ataupun pemilihan presiden. Apalagi, serangan tersebut dimaksudkan untuk menjatuhkan nama Jokowi dan PDI Perjuangan.

"Saya melihat, hampir setiap hari banyak tudingan miring yang dialamatkan pada Jokowi . Apa lagi, tudingan-tudingan itu sangat tendensius," kata dia.

Gubernur Bangka Belitung ini menjelaskan Jokowi pasti menerima dengan bangga kritik dan masukan dari siapapun termasuk Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ataupun dari partai-partai lainnya.

"Sayangnya, kritik yang selama ini dilakukan tidak berkaitan dengan kinerja Jokowi . Jangan dong 'menusuk' Jokowi dengan hal-hal yang tidak terkait kinerjanya," ujarnya.

Rustam menambahkan, pesta demokrasi atau pemilu harus bertujuan untuk memilih pemimpin bangsa yang baik. Adapun serangan-serangan politik harus menjadi warna dalam pesta demokrasi ini. Namun, serangan tersebut harus dilakukan secara santun dan bijaksana.

"Bukan mencibir apalagi memfitnah. Perilaku yang hanya tahu menuding orang tanpa bisa memahami bahwa dirinya juga adalah manusia yang tidak sempurna bukanlah sikap politisi yang baik," terang Rustam.

Baca juga:
Ahok: Tahun lalu Jokowi juga sudah cuti melulu
Jokowi blusukan ke pasar di Serang, tukang becak harapkan amplop
'Lucu kalau Jokowi masuk gorong-gorong, Ahok keluar comberan'
Jokowi enggan sesumbar menang Pilpres satu putaran
Jokowi: Terima kasih Pak Prabowo

(mdk/mtf)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.