LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Politisi Golkar usul KPU simulasi opsi pengurangan DPT setiap TPS

Politisi Golkar usul KPU simulasi opsi pengurangan DPT setiap TPS. Berdasarkan simulasi KPU, kata Ace, waktu yang dibutuhkan KPPS untuk menghitung suara 500 pemilih baru bisa selesai pada pukul 03.00 WIB keesokan harinya.

2017-08-28 12:48:30
Partai Golkar
Advertisement

Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyarankan KPU segera mensimulasikan sejumlah opsi alternatif atas usulan pengurangan daftar pemilih tetap (DPT) di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Adapun opsi alternatif yang diusulkan KPU di antaranya menambah TPS dan bilik suara di TPS-TPS.

Selain itu, Ace juga mengusulkan KPU melakukan kajian terkait beban anggaran negara yang dibutuhkan atas opsi-opsi tersebut.

"Saya kira opsi itu perlu dipikirkan dan disimulasikan. Itu seberapa besar membebani uang negara," kata Ace di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/8).

Ace menjelaskan alasan Fraksi PPP untuk mengurangi jumlah DPT di tiap TPS agar proses perhitungan suara tidak sampai memakan waktu terlalu banyak. Berdasarkan simulasi KPU, kata Ace, waktu yang dibutuhkan KPPS untuk menghitung suara 500 pemilih baru bisa selesai pada pukul 03.00 WIB keesokan harinya.

"Kenapa muncul memperkecil jumlah DPT dalam TPS supaya proses penghitungan hingga pemungutan suara di TPS sampe rekap jangan sampai malam hari," ujarnya.

"Bayangkan, waktu simulasi oleh KPU bisa selesai jam 3 pagi kalau jumlah pemilihnya sampe 500 per-TPS. Karena beda dengan pemilu sebelumnya. Ini kan 5 kotak suara. Sampai jam 3 subuh," sambung Ace.

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan jumlah maksimal Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) dikurangi menjadi sebanyak 300 orang pada Pemilu Serentak 2019. Usulan ini bertujuan untuk efisiensi waktu pencoblosan.

Namun, konsekuensi dari pengurangan jumlah maksimal pemilih di TPS yakni menambah jumlah TPS. Sebab, berdasarkan simulasi waktu perhitungan suara oleh KPU dengan asumsi DPT 500 orang, maka proses perhitungan baru selesai pada pukul 04.00 WIB keesokan harinya.

Sekretaris Fraksi PPP Ahmad Baidowi atau yang akrab disapa Awiek menilai pada Pilpres 2014 jumlah TPS sebanyak 546.278. Maka ketika terjadi penambahan TPS akan terjadi pemangkasan waktu yang signifikan.

"Tentu saja ini tidak efektif karena para penyelenggara dan saksi jenuh dan lelah bekerja 21 jam. Untuk itu, wacana pengurangan jumlah DPT dalam setiap TPS patut dipertimbangkan," kata Awiek melalui keterangan tertulis, Senin (28/8).

Selain berimplikasi pada penambahan jumlah saksi, kata Awiek, usulan ini akan membuat anggaran pelaksanaan Pemilu membengkak.(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.