Politisi Golkar sebut jika Munaslub terlalu cepat bisa terjadi perpecahan
Politisi Golkar sebut jika Munaslub terlalu cepat bisa terjadi perpecahan. Golkar tengah mencari waktu yang tepat untuk mengambil keputusan Munaslub. Hingga saat ini partai berlambang pohon beringin itu tetap berpegang teguh hasil keputusan rapat pleno yang diselenggarakan pada Selasa (21/11) minggu lalu.
Lembaga Survei Poltracking Indonesia telah merilis hasil penelitian tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik. Hasilnya, PDIP dan Gerindra menempati posisi pertama dan kedua, sedangkan Partai Golkar menempati posisi ketiga dengan 10,9 persen.
Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafid mengatakan, turunnya elektabilitas itu bisa menjadi bahan kehati-hatian Golkar dalam bersikap. Termasuk dalam menentukan waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mengganti posisi Ketua Umum Golkar Setya Novanto yang terseret kasus korupsi e-KTP.
"Justru dengan evaluasi Golkar turun itu menjadi pegangan untuk prinsip kehati-hatian. Kalau kita mendorong Munaslub terlalu cepat kemudian belum siap dan terjadi perpecahan itu juga bahaya," kata Meutya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/11).
Menurutnya, Golkar tengah mencari waktu yang tepat untuk mengambil keputusan Munaslub. Namun ia menegaskan, hingga saat ini partai berlambang pohon beringin itu tetap berpegang teguh hasil keputusan rapat pleno yang diselenggarakan pada Selasa (21/11) minggu lalu.
"Namun untuk saat ini yang diikuti masih satu, yaitu keputusan rapat pleno kemarin bahwa kita menunggu praperadilan tapi setelah praperadilan diskusi itu terbuka kembali apakah akan ada Munaslub ataukah ada pengembalian posisi jika Pak Novanto menang itu masih terus menjadi diskusi," ungkapnya.
Kendati demikian Meutya menegaskan bahwa Golkar terus terbuka dengan berbagai macam pendapat. Ia pun meminta semua pihak untuk terus bersabar dengan keputusan dan juga proses internal Partai Golkar.
"Intinya Golkar sekarang sangat terbuka, semua orang boleh berbicara dan semua orang masih mengkaji. Kita masih menunggu, teman-teman harap bersabar karena kita masih melihat mana jalan yang terbaik kita enggak mau ada perpecahan lagi," tandasnya.
Untuk diketahui, lembaga survei Poltracking melakukan survei sejak 8-15 November dengan melibatkan 2.400 responden. Metode survei digunakan stratified multistage random sampling. Tingkat kekeliruannya kurang lebih 2 persen.
Hasilnya ada lima partai politik mendapat tingkat kepercayaan publik. Pertama, PDIP dengan perolehan elektabilitas 23,4 persen, disusul Partai Gerindra 13,6 persen, Partai Golkar 10,9 persen, PKB 5,1 persen, dan Demokrat 4,2 persen.
Baca juga:
Munaslub Golkar, pertarungan Idrus Marham vs Airlangga Hartarto?
DPD Golkar Sultra dukung Munaslub, tapi harus sesuai mekanisme
KPK periksa Wasekjen DPP Golkar terkait korupsi e-KTP
Percaya diri Airlangga nyalon ketum Golkar dan sinyal dari Istana
Agus Gumiwang nilai Airlangga mampu selamatkan Golkar dari 7 tahun terakhir
Fahmi Idris sebut Munaslub Golkar tetap digelar apapun hasil praperadilan Novanto
Golkar DKI dukung Airlangga jadi Ketum karena punya selera 'zaman now'