Politikus PDIP minta Fadli Zon baca dulu isi Perpres TKA
Politikus PDIP Arteria Dahlan meminta wakil ketua DPR Fadli Zon untuk membaca kembali Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA). Kemudian, kata dia, baru mengkritik isi dari Perpres dan membentuk Pansus TKA.
Politikus PDIP Arteria Dahlan meminta wakil ketua DPR Fadli Zon untuk membaca kembali Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA). Kemudian, kata dia, baru mengkritik isi dari Perpres dan membentuk Pansus TKA.
"Kepada sahabat saya Pak Fadli Zon, saya katakan ya mudah-mudahan Pak Fadli membaca dulu Perpresnya seperti apa. Baru nanti kita mengkritisi lagi seperti apa," kata Arteria di sela-sela diskusi tentang harmonisasi hukum pidana dan sistem peradilan pidana di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (2/5).
Dia menjelaskan, dalam pasal tersebut sudah jelas secara nyata. Bahwa wajib hukumnya untuk tenaga kerja asing memperkerjakan tenaga kerja Indonesia.
"Kan jelas dikatakan di situ pasalnya sudah jelas terang benderang bahwa wajib hukumnya untuk memperkerjakan tenaga kerja Indonesia," ungkap Arteria.
Walaupun tenaga kerja Indonesia tidak dilakukan pada ruang limitatif, Arteria mengatakan, masih ada pengawasan dari para menteri. Dia juga memastikan tidak ada penyimpangan dalam proses tersebut.
"Ini prosedur yang sangat sederhana dan tapi kepastian. Makanya saya sampaikan, coba dicermati Perpres itu saya ingin tanyakan pada bagian mana yang mengakibatkan serbuan TKA ada di Pres itu. Baca dulu cermati baru kita berbicara," tegas Arteria.
Seperti diketahui, Fadli Zon memotori pembentukan Pansus Tenaga Kerja Asing. Pihak yang pro pansus menilai, Perpres itu dikhawatirkan semakin mengurangi lapangan kerja bagi para tenaga kerja lokal.
Baca juga:
Soal Pansus TKA, pimpinan DPR sebut anggota dewan sedang serap aspirasi
Prabowo: Saya punya data, kekayaan Indonesia dirampok dan dicuri
Lagi, 103 WN China ditangkap di Bali karena kasus penipuan
Prabowo: Kalau buka pintu buat TKA, rakyat kita nanti kerja apa?
Prabowo Subianto: Jangan benci orang asing, belajar dari mereka
Kadisnaker Jabar sebut tenaga kerja asing kasar banyak di luar Jawa
Fadli Zon ajak PAN dan Demokrat bergabung bentuk pansus TKA