LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Polemik tips dari Jokowi dinilai tak kerek elektabilitas PSI

Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat reaksi beragam. Khususnya soal pengakuan Ketua Umum PSI Grace Natalie mendapat tips dari Jokowi untuk Pemilu 2019 nanti.

2018-03-04 18:16:40
Partai Solidaritas Indonesia
Advertisement

Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat reaksi beragam. Khususnya soal pengakuan Ketua Umum PSI Grace Natalie mendapat tips dari Jokowi untuk Pemilu 2019 nanti.

Direktur Strategi Indo Survey & Strategy Karyono Wibowo menilai meski ramai diperbincangkan tidak akan berdampak signifikan terhadap elektabilitas PSI. "Menaikkan elektabilitas PSI saya rasa enggak juga," katanya di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Minggu (4/3).

"Kalau menaikkan popularitas that's right oke ya karena menjadi perbincangan orang banyak ya tentu itu akan semakin banyak orang mengenal mengetahui PSI."

Advertisement

Menurut dia, walau PSI sudah mendeklarasikan mendukung Jokowi untuk maju kembali di Pilpres 2019, tidak serta merta meningkatkan elektabilitas PSI. Karena kata dia, untuk menaikkan elektabilitas itu banyak sekali instrumen yang harus dilakukan.

"Tapi sekali lagi menurut saya tidak mudah untuk menaikkan elektabilitas secara signifikan apalagi dengan waktu yang singkat," ujarnya.

Sebagai partai baru, menurutnya, PSI akan sulit bersaing dengan partai-partai yang sudah lebih dahulu terjun di dunia politik. Hal ini, kata dia, karena PSI tidak ada tokoh kuat di dalamnya. Menurutnya, karakteristik masyarakat Indonesia masih terpengaruh oleh tokoh yang akan dipilihnya.

Advertisement

"Kalau partai politik tidak memiliki tokoh kuat di Indonesia, itu masih sangat berlaku hari ini patron-klien masih sangat berlaku sekali," ungkap dia.

Dia mencontohkan PKB misalnya identik dengan tokoh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Kemudian PDI-P identik dengan Bung Karno, sedangkan Golkar yang selalu dihubungkan dengan Soeharto. Dan ini akan berlanjut di pemilu 2019.

"Jualan tokoh-tokoh juga dulu ya itu kultur masyarakat Indonesia. Nah kalau PSI tidak membangun organisasinya dengan melibatkan tokoh-tokoh besar ya agak sulit. Lambat gitu lho, bisa, tapi agak sulit jadi gradual (bertahap)," pungkasnya.

Baca juga:
Fahri Hamzah kritik pertemuan Jokowi-PSI di Istana bahas Pemilu
Fadli Zon akan polisikan Sekjen PSI karena cuitan 'tukang buat hoax'
Parpol yang kritik pertemuan Jokowi-PSI dinilai tengah resah
ACTA mau laporkan pertemuan Jokowi-PSI ke ORI, Misbakhun sebut salah alamat
ACTA akan laporkan pertemuan Jokowi-PSI di Istana ke Ombudsman

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.