Plt Gubernur Aceh ingatkan kandidat tak meneror pemilih
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Mayjend TNI (Purn) Soemarno mengingatkan seluruh kandidat tidak mengancam dan meneror pemilih untuk mencari kemenangan pada Pilkada Aceh 2017 mendatang.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Mayjend TNI (Purn) Soemarno mengingatkan seluruh kandidat tidak mengancam dan meneror pemilih untuk mencari kemenangan pada Pilkada Aceh 2017 mendatang.
"Kepada calon kandidat tidak memberikan ancaman, teror. Sehingga masyarakat bisa memilih dengan nyaman, aman dan damai," kata Soemarno pada deklarasi Pilkada damai di Mapolda Aceh, Kamis (11/10).
Pada deklarasi Pilkada damai dan berintegritas ini dihadiri Forkopimda Aceh dan enam pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Aceh. Mereka itu adalah pasangan nomor urut 1 Tarmizi Karim-T Machsalmina, urut 2 ZakariaSaman-T Alaidinsyah, urut 3 Abdullah Puteh–Sayed Mustafa Ali, urut 4 Zaini Abdullah–Nasaruddin, urut 5 Muzakir Manaf–TA Khalid dan urut 6 Irwandi Yusuf–Nova Iriansyah.
Soemarno menyebutkan Pilkada itu adalah pesta demokrasi diikuti seluruh rakyat. Pesta demokrasi, tentu semuanya bersuka ria dan tanpa ada rasa ketakutan. Oleh karena itu, semua kandidat agar bertarung dalam pesta demokrasi ini dengan sportif dan sesuai dengan aturan yang ada serta semua kontestan siap menang dan kalah.
"Pilkada serentak di Aceh harus tanpa provokasi, ancaman, intimidasi, tetapi harus berjalan aman dan demokratis," tegasnya.
Plt Gubernur juga meminta kepada seluruh rakyat, media dan seluruh komponen lainnya agar melakukan pengawasan proses pelaksanaan Pilkada di Aceh. Bila ada kandidat melakukan kecurangan, Soemarno meminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwewenang.
"Masyarakat harus mengawasi, bila ada yang curang segera laporkan," pintanya.
Kepada tokoh adat, tokoh masyarakat, sebutnya, agar bisa menyerukan agar pelaksanaan Pilkada di Aceh berjalan tanpa ada intimidasi, terror dan ancaman. Pilkada di Aceh harus berjalan damai dan berintegritas.(mdk/ang)