PKS soal Pilpres 2019: Insya Allah bersama Gerindra
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengaku partainya belum memutuskan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) yang akan diusung. Sejauh ini PKS baru menyiapkan sembilan nama kadernya untuk diusung sebagai capres atau cawapres di 2019.
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengaku partainya belum memutuskan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) yang akan diusung. Sejauh ini PKS baru menyiapkan sembilan nama kadernya untuk diusung sebagai capres atau cawapres di 2019.
"PKS belum memutuskan mendukung capres lain. Yang sudah diputuskan ada sembilan kader PKS yang dicalonkan jadi capres atau cawapres," kata Mardani saat dihubungi, Jumat (23/2).
Meski demikian, Mardani mengungkapkan partainya tengah menjalin komunikasi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Nantinya, kata dia, dalam hal pengusungan capres-cawapres PKS akan tetap bersama-sama dengan Gerindra.
"Tapi untuk rekan koalisi, selama ini PKS dekat dan harmonis berhubungan dengan Gerindra bersama Pak Prabowo," ungkapnya.
"Insya Allah bersama Gerindra," ucapnya.
Diketahui, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah resmi mengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk maju di Pilpres 2019 mendatang. Dukungan itu dideklarasikan dalam Rakernas tertutup di Bali, hari ini (23/2).
Dalam video yang diterima merdeka.com, di depan kadernya, Megawati secara resmi mendeklarasikan Joko Widodo sebagai calon presiden. "Dengan ini saya nyatakan, calon Presiden dari PDI Perjuangan adalah Joko Widodo," tegas Mega.
Pengumuman itu langsung disambut sorak sorai kader PDIP. Para kader langsung berdiri dan bersorak. Mereka mengangkat tangan dengan jari tiga sebagai simbol nomor urut PDIP di Pemilu 2019.
Baca juga:
Parpol berebut posisi cawapres, Jokowi akan ajak bicara bahas kriteria
Gerindra: Kalau mau negeri ini aman, pilih Prabowo saja
Ditanya calon pendamping, Jokowi guyon sebut Ibu Iriana
Belum mau ikut PDIP, PPP fokus sosialisasi Jokowi ke ulama dan Ponpes
Populisme agama dan ekonomi dinilai bakal menjadi tantangan Jokowi di Pilpres 2019