LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PKS Soal Pengecatan Pesawat Kepresidenan: Pemimpin Mesti Punya Standar Moral

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengecam langkah Istana terkait pengecatan ulang pesawat kepresidenan. Hal ini dinilai tidak bijak di tengah pandemi Covid-19. Mardani menuturkan, pemimpin seharusnya memiliki standar moral dan etika.

2021-08-04 07:23:56
pesawat kepresidenan
Advertisement

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengecam langkah Istana terkait pengecatan ulang pesawat kepresidenan. Hal ini dinilai tidak bijak di tengah pandemi Covid-19. Mardani menuturkan, pemimpin seharusnya memiliki standar moral dan etika.

"Mengecat pesawat kepresidenan di masa pandemi tidak bijak, pemimpin mesti punya standar moral dan etika yang betul-betul lembut dan mudah trenyuh," katanya dikutip, Rabu (4/8).

Seharusnya sesuatu yang tidak urgent ditunda. Mardani menilai, sebaiknya dialihkan untuk keperluan masyarakat yang lebih membutuhkan. Kondisi pandemi saat ini membuat banyak orang kena PHK, tidak bisa berjualan dan tidak bisa bekerja.

Advertisement

"Mestinya bisa dibilang tunda atau alihkan bagi masyarakat yang lebih perlu. Banyak sekali PHK, banyak sekali masyarakat yang tidak bisa jualan, banyak sekali masyarakat yang tidak bisa bekerja," kata anggota Komisi II DPR RI ini.

Mardani menuturkan, pemimpin seharusnya menjadi contoh yang baik bagi rakyatnya. Jangan ketika susah, pemerintah malah membuang uang untuk pengecetan pesawat.

"Ayo pemimpin contohkan menjadi ayah bagi rakyatnya jangan rakyatnya susah pemimpinnya ngecat sesuatu yang tidak urgent dan tidak primary need," pungkasnya.

Advertisement

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menjelaskan, anggaran untuk pengecetan pesawat dan bahan kurang lebih dianggarkan dari APBN yaitu Rp2 miliar.

"Kurang lebih segitu (Rp2 iliar) bahan cat dan pengecatan," ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, pengecatan tersebut sudah direncanakan sejak 2019. Dalam rangka perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2020.

"Proses pengecatan sendiri merupakan pekerjaan satu paket dengan Heli Super Puma dan Pesawat RJ. Namun, pada tahun 2019 pesawat BBJ 2 belum memasuki jadwal perawatan rutin sehingga yg dilaksanakan pengecatan terlebih dahulu untuk Heli Super Puma dan pesawat RJ," ungkapnya.

Heru juga menjelaskan perawatan rutin memiliki interval waktu yang sudah ditetapkan dan harus dipatuhi. Sehingga kata dia jadwal perawatan ini harus dilaksanakan tepat waktu.

"Perawatan rutin Pesawat BBJ 2 jatuh pada tahun 2021 merupakan perawatan Check C sesuai rekomendasi pabrik, maka tahun ini dilaksanakan perawatan sekaligus pengecatan yang bernuansa Merah Putih sebagaimana telah direncanakan sebelumnya. Waktunya pun lebih efisien, karena dilakukan bersamaan dengan proses perawatan," ungkapnya.

Heru pun menepis kabar bahwa pengecatan merupakan foya-foya keuangan negara di tengah pandemi. Sebab dia menjelaskan hal tersebut sudah direncanakan sejak 2019 dan diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara.

"Perlu kami jelaskan bahwa alokasi untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN," ungkapnya.

Baca juga:
Dibeli era SBY Rp820 M, Ini Spesifikasi & Kecanggihan Pesawat Kepresidenan RI
PKB Minta Pemerintah Beli Beras untuk Rakyat Ketimbang Cat Ulang Pesawat Presiden
Demokrat: Daripada untuk Cat Pesawat, Mending Uang Miliaran buat Insentif Nakes
VIDEO: Pesawat Kepresidenan Ganti Warna Merah Putih Jelang HUT Kemerdekaan RI
VIDEO: Pesawat Kepresidenan Dicat Ulang Tuai Kritik, Pemborosan di Tengah Pandemi
Era Jokowi Berubah Jadi Warna Merah, Ini Alasan Pesawat Presiden Dicat Biru Era SBY

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.