PKS Putuskan Arah Politik dalam Forum Majelis Syuro pada Oktober 2019
Dia menyebut, agenda rapat Majelis Syuro pada Oktober 2019 diusulkan oleh pengurus DPP PKS.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pernah menyatakan bakal tetap menjadi kubu oposisi dari Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun, belum ada keputusan resmi terkait wacana tersebut.
Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengatakan sikap politik PKS akan dikukuhkan dalam forum Majelis Syuro pada (9/10) mendatang.
"(Forum Majelis Syuro kapan?) Oktober awal," kata Sohibul di Hotel Mercure Batavia, Jakarta, Senin (5/8).
Dia menyebut, agenda rapat Majelis Syuro pada Oktober 2019 diusulkan oleh pengurus DPP PKS. Namun, kata Sohibul, jadwal tersebut bisa berubah tergantung dari masukan kader.
"Ya kalau saya sebagai eksekutif mengusulkan sebelum pelantikan ya jadi Oktober awal, tapi kan. nanti keputusan bukan di saya, saya sebagi eksekutif akan mengusulkan sebelum pelantikan," ungkapnya.
Meski begitu, Sohibul menegaskan saat ini kadernya menginginkan PKS berada di barisan oposisi. "Kayaknya sama dengan kader ya mereka ingin oposisi. Jadi saya sudah menyerap lewat halal bihalal seluruh Indonesia kader ini belum ditanya saja sudah mengatakan 'ustaz di luar ya'. Para caleg terpilih juga begitu," ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menegaskan partainya akan berada di barisan oposisi. Sikap politik itu akan dikukuhkan dalam rapat Majelis Syuro mendatang.
"Sampai hari ini kita tetap dalam posisi melaksanakan putusan Majelis Syuro yaitu kami berada di luar pemerintahan. Dan perkiraan saya sih itu sikap tidak akan berubah sekalipun nanti akan diputuskan oleh keputusan Majelis Syuro yang baru," kata Hidayat.
Baca juga:
PKS Nilai Istilah Koalisi Plus-plus Isyaratkan Jokowi Ingin Rangkul Gerindra
PKS Soal Wacana Garbi jadi Partai Politik: Welcome To The Jungle
Gelar Halal Bihalal, Fraksi PKS Ingin jadi Kekuatan Penyeimbang dari Pemerintah
Gugatan Diterima, PKS Pertimbangkan Laporkan KPU Sumsel dan Empat Lawang ke Polisi
Rapat Paripurna DPR Diwarnai Interupsi Soal Usulan Pansus Kerusuhan 22 Mei