PKS isyaratkan dukung PKB & Gerindra tambah satu kursi pimpinan DPR
Bagi PKS, penambahan kursi pimpinan tidak menjadi masalah asalkan bertujuan demi penguatan lembaga DPR/MPR serta peningkatan kerja legislasi. Jika pimpinan DPR/MPR diisi oleh 7 orang akan membuat beban kerja semakin ringan. Selain beban tugas terbagi, akselerasi percepatan kinerja akan lebih baik.
Setelah disahkan menjadi inisiatif DPR, pembahasan revisi UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD atau dikenal UU MD3 kembali dilanjutkan. PKB dan Partai Gerindra akan terus mendorong penambahan satu kursi lagi pimpinan DPR dan MPR selain jatah milik PDIP lewat rapat Badan Legislasi (Baleg).
Dengan usulan ini, komposisi pimpinan DPR akan berjumlah ganjil menjadi 7 orang. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera mengisyaratkan setuju dengan wacana penambahan satu kursi lagi pimpinan DPR/MPR. Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan dengan jumlah pimpinan berangka ganjil akan mempermudah pengambilan keputusan.
"Menurut saya tidak ada masalah ya. Karena ganjil lebih bagus mengambil keputusan tapi andai kata tambah satu, buat fraksi PKS tidak ada masalah tinggal diserahkan pada mekanisme pembahasan yang ada dan berlaku di DPR," kata Jazuli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1).
Bagi PKS, penambahan kursi pimpinan tidak menjadi masalah asalkan bertujuan demi penguatan lembaga DPR/MPR serta peningkatan kerja legislasi.
"Buat PKS itu enggak ada masalah selama membuat penguatan parlemen, penguatan MPR, akan membuat kerja DPR MPR semakin bagus, semakin lebih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan," terangnya.
Menurutnya, jika pimpinan DPR/MPR diisi oleh 7 orang akan membuat beban kerja semakin ringan. Selain beban tugas terbagi, akselerasi percepatan kinerja akan lebih baik.
"Kalau logikanya sih, ada beban 10 ditanggung oleh orang 5, kemudian tentu bisa dikerjakan. Kalau 5 orang itu bisa mengerjakan ditambah lagi menjadi 6 lebih cepat kerjanya, ditambah 7 akan lebih cepat," ucapnya.
(mdk/noe)