LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PKS Hormati Kader Pindah ke Partai Gelora: Sesuai Perundangan Dipersilakan

Walaupun banyak yang berpindah para kadernya, PKS kata dia tetap fokus untuk menjalankan visi, misi program. Dia pun tidak khawatir jika para kader lain akan berpaling ke partai lain.

2019-11-21 12:44:17
PKS
Advertisement

Partai Keadilan Sejahtera tidak masalah jika banyak dari mantan kadernya di Jawa Barat masuk Partai Gelora. Sekjen PKS, Mustafa Kamal, mengatakan pihaknya menghormati para kadernya yang pindah haluan.

"Kita menghormati tiap pilihan warga negara. Sesuai perundangan yang berlaku, dipersilakan," kata Mustafa Kamal di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (21/11).

Walaupun banyak yang berpindah para kadernya, PKS kata dia tetap fokus untuk menjalankan visi, misi program. Dia pun tidak khawatir jika para kader lain akan berpaling ke partai lain.

Advertisement

"Kita saling menghormati antar warga negara. Untuk menjadi pelopor pembangunan di tengah masyarakat. Dalam rangka berlomba lomba untuk kebaikan bangsa negara," kata Mustafa.

Kader TInggalkan PKS karena Beda Visi

Sebelumnya Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Jawa Barat, Haris Yuliana tidak menampik, banyak mantan kader PKS yang sudah bergabung dengan Partai Gelora. Alasan mereka bergabung karena perbedaan visi dengan partai sebelumnya.

Advertisement

"Mayoritas mantan PKS. Di setiap kabupaten/kota selalu ada mantan PKS. Ada konflik ideologis yang terjadi dengan PKS, yang membuat ada ketidaknyamanan dan kegelisahan dari sebagian kader," katanya.

Para mantan kader PKS ini diklaim memiliki kenyamanan dengan konsep ideologi Islam Nasionalis yang ditawarkan Partai Gelora. Konsep ini diyakini bisa menyasar banyak kalangan.

"Partai Gelora bukan untuk segmen terbatas. Kita tidak mengenal kiri, tengah, kanan. Ini satu akronim baru dalam perpolitikan," katanya.

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.