LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PKS bilang elektabilitas Jokowi stagnan, rakyat siap pindah pilihan di 2019

Direktur Pencapresan PKS, Suhud Alyuddin menyatakan dinamika yang terjadi di internal koalisi Prabowo-Sandi adalah hal biasa. Dia malah menyoroti hasil survei lawannya yakni Jokowi-Ma'ruf Amin.

2018-11-02 15:04:29
Pilpres 2019
Advertisement

Koalisi Prabowo-Sandiaga semakin optimis meraih kemenangan di Pilpres 2019. Meskipun, saat ini internalnya tengah digoyang isu tak solid.

Direktur Pencapresan PKS, Suhud Alyuddin menyatakan dinamika yang terjadi di internal koalisi Prabowo-Sandi adalah hal biasa. Dia malah menyoroti hasil survei lawannya yakni Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dia melihat, hasil survei Jokowi tak ada kenaikan. Sebaliknya, kubu Prabowo-Sandi merangkak naik.

Advertisement

"Justru hasil-hasil survei yang ada memperlihatkan elektabilitas petahana stuck, ini pertanda rakyat siap pindah pilihan di 2019," kata Suhud kepada merdeka.com, Jumat (2/11).

Sebelumnya, Waketum Hanura Gede Pasek Suardika menilai, pertarungan Pilpres 2019 hampir selesai dengan kemenangan petahana. Hal ini ia lihat karena koalisi Prabowo-Sandiaga, tidak solid menghadapi pertarungan.

Pasek mengomentari soal berebut kursi Wagub DKI antara Gerindra dan PKS. Bahkan PKS DKI ancam akan matikan mesin jika tak dapat jatah wakil gubernur itu.

Advertisement

Sementara Demokrat hingga kini belum juga menggaungkan Prabowo-Sandi, lebih fokus kepada Pileg 2019.

"Pasek lebay, tidak boleh mendahului takdir. Yang mengetahui masa depan hanya Tuhan," jelas Suhud.

Diketahui dalam survei LSI Denny JA pada 12-19 Agustus 2018 lalu, Jokowi masih unggul. elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,2 persen, sementara lawannya Prabowo-Sandi di angka 29,5 persen. 18,3 persen rahasia atau belum memutuskan.

Metode yang digunakan dengan wawancara tatap muka. Margin of error dalam survei ini kurang lebih 2,9 persen.

Sementara survei Indikator menghasilkan, Jokowi-Ma'ruf mencapai 57,7 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi 32,3 persen.

Dalam survei tersebut, sebanyak 1 persen responden memilih golput. Sedangkan 9 persen memilih tidak menjawab atau tidak tahu.

Survei dilakukan secara tatap muka sepanjang tanggal 1-6 September 2018. Margin of error rata-rata dari survei dengan sampel 1.220 responden sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Baca juga:
Hanura soal soliditas Prabowo Cs: Pilpres 2019 sudah nyaris berakhir
Hanura nilai Pilpres 2019 nyaris selesai, PKS sebut Gede Pasek lebay!
Kubu Jokowi ragu keberadaan Gus Irfan dongkrak elektabilitas Prabowo-Sandi
Moeldoko: Presiden Jokowi tak ada janji urusan pengangkatan CPNS
Sandiaga dengar cerita Gubernur Sulteng soal dahsyat bencana Palu
Cucu pendiri NU gabung Prabowo, Kubu Jokowi bilang 'kita ada Yenny Wahid'
Kubu Jokowi soal koalisi Prabowo: Pijakan dasar dalam politik mereka semakin terlihat

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.