PKS Ajak PAN dan Demokrat Jadi Oposisi Pemerintahan Jokowi
Sohibul menyebut PKS tidak akan menjadi partai oposisi sendirian.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menegaskan partainya akan tetap berada di barisan oposisi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Kata dia, PKS tidak akan menjadi partai oposisi sendirian.
"Jadi, insyaAllah saya yakinkan kepada antum semua, kita menjalani keputusan Majelis Syuro di luar pemerintahan, insyaAllah kita tidak sendirian," kata Sohibul dalam Rakornas PKS, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).
Ajak PAN dan Demokrat
Sohibul mengatakan dia menjadi oposisi bersama partai besutan Amien Rais yakni Partai Amanat Nasional (PAN). Dia pun berharap Partai Demokrat yang tidak gabung dalam pemerintahan bisa ikut dalam barisan oposisi.
"Bahkan sekarang alhamdulillah teman kita sahabat kita PAN juga sudah mendedikasikan diri di luar pemerintah, dapat teman kita. Demikian juga insyaAllah Partai Demokrat juga demikian," ungkapnya.
Masyarakat akan Jadi Kelompok Penekan
Selain dua partai itu, Sohibul yakin bisa mengawal pemerintahan bersama rakyat. Walaupun tidak menjadi barisan partai, dia percaya ada masyarakat yang bisa menjadi kelompok penekan.
"PKS dengan sikapnya ini insyaAllah akan konsisten perjuangkan kepentingan masyarakat, maka insyaAllah masyarakat akan mempersamai PKS untuk menjadi pressure group, kelompok penekan terhadap pemerintahan," ucapnya.
PKS Resmi Jadi Oposisi
Sebelumnya, Sohibul menegaskan PKS akan tetap berada di barisan oposisi pemerintahan. Keputusan itu sudah diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS di Hotel Bidakara, Kamis (14/11).
Sohibul menjelaskan keputusan itu diambil dari hasil keputusan Badan Pekerja Majelis Syura atau DPTP. Kemudian disetujui oleh Majelis Syura.
"Yaitu Majelis Syura menerima dan menegaskan apa yang sudah menjadi keputusan yang diambil oleh Badan pekerja Majelis Syura atau DPTP PKS akan tetap di luar pemerintahan Pak Jokowi," Kata Sohibul.
(mdk/ray)