PKB Sebut Koalisi Jokowi-Ma'ruf Harus Solid Sampai Masa Pemerintahan Berakhir
Luqman menghormati hak setiap parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf yang ingin membangun koalisi-koalisi baru untuk Pilpres 2024.
Wasekjen DPP PKB Luqman Hakim mengatakan, koalisi partai politik pengusung Jokowi-Ma'ruf harus solid sampai masa pemerintahan periode ini berakhir. Adapun masa jabatan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin berakhir pada 20 Oktober 2024.
"Koalisi partai politik yang mengusung dan bergabung dalam pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, tentu harus tetap bersama sampai periode pemerintahan ini selesai, yakni 20 Oktober 2024," katanya kepada merdeka.com, Senin (7/2).
Meski begitu, Luqman menghormati hak setiap parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf yang ingin membangun koalisi-koalisi baru untuk Pilpres 2024. Kata dia, membentuk koalisi adalah hak setiap partai.
"Tentu di dalam Pemilu (legislatif dan pilpres) 2024, masing-masing partai memiliki hak penuh untuk membangun koalisi-koalisi baru guna membentuk pemerintahan periode 2024-2029," kata Wakil Ketua Komisi II DPR itu.
Luqman mengatakan, peta koalisi 2024 ditentukan banyak faktor. Di antaranya ada kesamaan visi-misi maupun titik temu untuk capres dan cawapres yang diusung.
"Koalisi-koalisi baru menghadapi Pemilu 2024, ditentukan banyak faktor, diantaranya adalah kesamaan visi dan misi, titik temu pada siapa figur capres-cawapres yang akan diusung, dan sebagainya," pungkasnya.
Baca juga:
Kapok Usung Non Kader di Pilkada, Gerindra Jateng: Setelah Jadi Dia Tinggalkan Partai
Ratusan Tukang Ojek Jabodetabek Deklarasi Dukung Erick Thohir Maju Capres 2024
Demokrat NTT Diminta Mulai Kampanyekan AHY untuk Pilpres 2024
Sekjen Gerindra: Kuatkan Barisan untuk Prabowo Presiden di 2024
Paguyuban Peternak dan Petani Kediri Deklarasi Dukung Cak Imin Jadi Capres 2024
Cak Imin: PKB Menang di Jabar, Menang di Indonesia
Prabowo soal Pilpres 2024: Menurut Kamu Gimana? Aku Ada Peluang Enggak?