LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PKB pilih profesor atau satria bergitar?

Mahfud menegaskan niatnya hanya mau diusung PKB. Padahal sudah ada Rhoma Irama yang mengklaim menjadi capres.

2013-09-05 06:45:00
Capres 2014
Advertisement

Mahfud MD kembali menegaskan keinginannya menjadi calon presiden dan hanya mau diusung oleh partai yang dulu membesarkannya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu harus bersaing dengan Rhoma Irama yang lebih dulu digadang-gadang PKB. Siapa yang akan dipilih PKB, capres profesor atau satria bergitar?

"Di tempat ini, Bismillahirahmanirrahim, Insya Allah, saya bersedia menjadi calon presiden 2014 melalui PKB," ucap Mahfud, saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar Desa Bogangin Kecamatan Sumpiuh Banyumas, Jawa Tengah, dalam rangka Safari Kebangsaan, Rabu (4/9).

Mahfud mengungkapkan saat ini hanya memiliki kesamaan pandangan dan visi bersama PKB. "Saya akan bersama PKB dan hanya ingin berangkat dari NU," ujar mantan wakil ketua umum PKB tersebut.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, saat mendapat undangan mengikuti konvensi calon presiden di Partai Demokrat, dia mendapat banyak masukan. Mahfud bahkan mengaku berkonsultasi dengan beberapa tokoh NU dan PKB.

"Ada alasan yang tepat untuk berangkat dari PKB. Karena menurut saya PKB menjadi tempat yang bersih. Sebab, tidak mungkin jika membersihkan lumpur dari tempat yang banyak lumpurnya. Atau, membersihkan lantai dengan sapu yang kotor," lanjutnya.

Pernyataan Mahfud ini seolah menjadi sinyal kuat bagi PKB agar mulai serius mendukung dirinya menjadi capres. Mahfud tentu punya modal elektabilitas yang lumayan bersaing dengan tokoh-tokoh nasional lain dalam berbagai survei capres.

Misalnya, survei Lembaga Survei Indonesia terhadap tokoh-tokoh yang memiliki kualitas personal sebagai calon presiden alternatif 2014. Hasilnya, total kualitas personal tokoh: Mahfud MD (79) mengungguli, Jusuf Kalla (77), Dahlan Iskan (76), Sri Mulyani (72), Hidayat Nur Wahid (71).

Meski begitu, dalam survei terakhir yang dirilis Forum Akademisi Informasi Teknologi (IT), Mahfud masih jauh kalah dengan Jokowi yang bisa meraup dukungan 41 persen sementara dia hanya berada di kisaran 1 persen.

Sementara Rhoma Irama tentu saja tidak boleh diremehkan. Sebagai seniman yang puluhan tahun malang melintang di jagad hiburan Indonesia, popularitasnya masih moncer. Dalam survei yang dirilis Pusat Data Bersatu (PDB) misalnya, nama Rhoma berada di urutan atas paling ada di benak publik (top of mind) Indonesia.

Rhoma berada di benak 25,8 persen publik Indonesia. Untuk variabel 'top of mind' ini, Sang Raja Dangdut mengalahkan Aburizal Bakrie (16,9%), Prabowo Subianto (16,6%), Megawati Soekarnoputri (12,2%), Joko Widodo (8,8%) dan Jusuf Kalla (8,7%).

Sayangnya, untuk elektabilitas, Rhoma tidak berada di puncak, namun tetap lumayan, yakni berada di urutan empat dengan 7,3 persen. Di atasnya berturut-turut adalah Joko Widodo (16,6%), Prabowo Subianto (9,8%) dan Jusuf Kalla (8,5%).

"Saya sudah positif menjadi capres dari PKB, sejak 2 April saya telah sign kontrak resmi (PKB) mencapreskan Rhoma Irama," kata Rhoma dalam acara 'Safari Ramadan PKB', untuk memperingati Malam Nuzulul Quran yang digelar di Jalan Pasirkoja Bandung, Kamis 25 Juli lalu.

Rhoma mengklaim PKB sudah berkomitmen untuk mengusung dirinya. "Tidak harus Pileg dulu, komitmen ini sudah jelas. Rhoma capres PKB," tegasnya.

Sayangnya, keyakinan Rhoma itu seolah dimentahkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Menurut Cak Imin, PKB berkomitmen untuk berjuang bersama Rhoma di Pilpres 2014. "Itu bukan, bukan jadi capres, intinya komitmen berjuang bersama (PKB)," tegas Cak Imin di Jalan Kahfi II, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (28/7).

Sebaliknya, Cak Imin hanya tertawa ketika disebut akan mendukung Mahfud MD sebagai Capres 2014.

Membandingkan Mahfud MD dan Rhoma Irama mungkin tidak tepat karena keduanya berada di level yang berbeda. Mahfud berada di posisi akademisi dan politisi, sedangkan Rhoma dikenal dengan karya-karyanya sebagai musisi dangdut dan dai.

Siapa yang akan dipilih menjadi capres, tentu saja bergantung dengan hasil suara yang diperoleh PKB dalam Pemilu 2014. PKB boleh saja punya tokoh-tokoh yang bisa dijagokan menjadi capres. Namun syarat 20 persen presidential threshold dalam UU Pilpres akan mengganjal mereka. Belum lagi dengan tren penurunan suara PKB dari pemilu ke pemilu yang terus menurun. Koalisi dengan parpol lain tentunya akan menjadi syarat mutlak mengusung capres sendiri.

Jika PKB ingin mengambil keuntungan, Mahfud MD dan Rhoma Irama dan mungkin tokoh-tokoh lain yang berminat menjadi capres bisa dimanfaatkan dulu sebagai vote getter atau penarik suara pemilih dalam pemilu legislatif. Hitung-hitung mengukur elektabilitas para calon sebelum akhirnya memutuskan siapa yang akan diusung menjadi capres.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.