LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PKB Nilai Pertemuan Mega-Prabowo & Paloh-Anies Perbaiki Polarisasi Pasca-Pilpres

"Jadi terlalu dini, untuk berspekulasi bahwa KIK akan pecah, saya kira tidak seperti itu," ucapnya.

2019-07-26 13:32:48
Prabowo Subianto
Advertisement

Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding tidak melihat ada tanda perpecahan di internal Koalisi Indonesia Kerja. Menurutnya, pertemuan Megawati-Prabowo dan Surya Paloh-Anies Baswedan justru untuk memperbaiki polarisasi setelah Pilpres 2019.

"Pertemuan itu sesuatu yang biasa saja ya, artinya tidak ada apa-apa. Sebenarnya dengan adanya pertemuan tersebut, bisa mencairkan banyak hal. Terutama hubungan-hubungan yang selama Pilpres agak dinamis di tengah masyarakat," ujar Karding kepada wartawan, Jumat (26/7).

Dia menegaskan, koalisi sangat solid dan tidak ada tanda perpecahan. Dia mengaku sudah mendengar maksud dan tujuan masing-masing pertemuan tersebut.

Advertisement

"KIK saya kira sangat solid, tidak ada perpecahan. Kita sudah mendengar maksud dan tujuan dari masing-masing pertemuan," kata dia.

"Baik Pak Surya Paloh dengan Pak Anies, maupun Bu Mega dengan Pak Prabowo. Semuanya dalam upaya, memperbaiki sesuatu, membangun bangsa, persatuan, kebersamaan," lanjutnya.

Maka itu, Karding menilai terlalu cepat menyimpulkan bahwa ada tanda keretakan koalisi dengan dua tokoh antara Megawati dan Surya Paloh.

Advertisement

"Jadi terlalu dini, untuk berspekulasi bahwa KIK akan pecah, saya kira tidak seperti itu," ucapnya.

Pengamat politik Hanta Yuda melihat terjadi dua poros di internal Koalisi Indonesia Kerja. Poros ini menjadi potensi keretakan koalisi. Poros lahir dari dua pertemuan tokoh koalisi di tempat yang tak jauh. Poros pertama adalah 'Gondangdia' lokasi DPP Nasdem, tempat pertemuan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Plt Ketua Umum Suharso Monoarfa, yang tidak melibatkan PDIP.

Poros kedua adalah Teuku Umar, kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pertemuan bersejarah terjadi antara Megawati dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang kini menjadi lawan politik. Kisah lama Megawati-Prabowo bersemi kembali. Pada waktu bersamaan, Gondangdia juga didatangi tokoh barisan oposisi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerima jamuan makan Ketum Nasdem Surya Paloh.

Baca juga:
Soal Koalisi Plus-Plus, NasDem Tangkap Sinyal akan Ada Partai Baru di Kubu Jokowi
Sekjen Perindo Nilai Langkah Politik Mega dan Surya Paloh untuk Perkuat Koalisi
Pembubaran TKN Tak Diikuti Bubarnya Koalisi Indonesia Kerja
Koalisi Jokowi Berpontensi Retak Bahkan Pecah dalam Paket MPR
Kuasai 60 Persen Suara, Ketum Golkar Yakin Koalisi Jokowi akan Pimpin MPR

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.