PKB ingin buat koalisi permanen di Pilpres 2019
Wakil Sekretaris Jenderal (wasekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengatakan, partainya akan tetap mengusung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Muhaimin Iskandar aliasa Cak Imin di Pilpres 2019. Mereka juga akan berusaha membuat koalisi pilpres yang permanen.
Wakil Sekretaris Jenderal (wasekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengatakan, partainya akan tetap mengusung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Muhaimin Iskandar aliasa Cak Imin di Pilpres 2019. Mereka juga akan berusaha membuat koalisi pilpres yang permanen.
"2019 PKB berkeinginan kalau membangun koalisi di Pilpres, itu pakem dengan semua program dan sampai di ujung, tidak berganti-ganti," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/6).
Menurutnya, semua proses bisa menjadi lebih mudah. Segala pembicaraan semuanya bisa lebih di cepat selesaikan.
"Jadi kalau misalkan 2019 ini sebisa mungkin kalau membangun koalisi itu yang permanen. Jadi selesai di koalisi yang ada dan semua dibicarakan di koalisi dan cepat selesai," ungkapnya.
Terkait hasil Pilkada Serentak 2018, kata Jazilul, tidak akan serta merta dilanjutkan pada Pilpres tahun depan. Karena itu, jelang Pilpres PKB akan berusaha membuat koalisi permanen.
"Kalau koalisi di tingkat bupati maupun gubernur itu tidak pernah permanen. Jadi enggak selaras dengan yang di pusat," ujarnya.
"Tetapi bahwa dari pilkada ini kita bisa melihat bahwa suara di Jawa itu yang menjadi 60 bahkan 70 persen suara nasional itu faktor isu soal agama masih signifikan," ucapnya.
Baca juga:
JK mengaku tak maju jadi Capres: Saya enggak punya partai
Fahri Hamzah: Sudah 'fixed', Pak JK tidak maju lagi
Diwacanakan berduet dengan AHY di Pilpres, JK tegaskan ingin istirahat
Konsolidasi parpol pendukung Jokowi, Ketum Golkar bakal sambangi PPP
Soal putusan MK, JK tegaskan ingin istirahat dan fokus ngurus cucu
Gus Ipul kalah di Jatim, PKB tegaskan Cak Imin tetap cawapres Jokowi
2 Nama ini dinilai layak jadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019