Pimpinan KPK izinkan Abraham jadi cawapres, Puan bilang bagus
Abraham Samad mengaku sudah mengantongi restu dari internal KPK untuk menjadi cawapres.
Nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Abraham Samad disebut-sebut sebagai salah satu nama cawapres PDIP untuk mendampingi Joko Widodo ( Jokowi ). Samad pun dikabarkan telah mendapat restu dari sesama pimpinan KPK jika mundur sebagai Ketua KPK dan menjadi cawapres.
Menanggapi kabar tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP , Puan Maharani menyambut positif. Menurutnya, memang dalam peraturan seorang pejabat publik harus mundur terlebih dahulu jika menjadi capres atau cawapres.
"Kalau internal KPK sudah ada persetujuan itu bagus, tetapi kan nanti ada mekanismenya sendiri di KPK ," ujar Puan usai peletakan batu pertama di kantor DPP PDIP lama di Jalan Diponegoro No 58, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/5).
Sebelumnya, Abraham Samad mengaku sudah mengantongi restu dari internal Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), untuk maju sebagai calon wakil presiden 2014. Dikatakan Abraham, restu itu didapat setelah dilakukan komunikasi antara dirinya dan internal KPK .
"Jadi seperti yang dulu saya katakan pada saudara-saudara bahwa sebagai manusia biasa, manusia beragama kita tidak mampu menolak takdir, Begitu pula kita tidak mampu mengatur takdir. Saya sudah tanya pimpinan KPK yang lain gak ada masalah," kata Abraham usai menghadiri Rapimnas LDII di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (15/5).
Abraham menambahkan, KPK merestui langkahnya menjadi RI 2 asalkan tetap mengedepankan agenda pemberantasan korupsi di Tanah Air.
"Jadi misal pimpinan KPK itu di mana pun, di mana pun orang-orang KPK berada yang penting dia bisa membawa misi pemberantasan korupsi. Itu inti yang sebenarnya," tegas Samad.
Baca juga:
Jawaban malu-malu mau Abraham jadi cawapres Jokowi
Tanda-tanda Abraham Samad cawapres Jokowi
Jokowi: JK dan Samad sama-sama bisa bertindak cepat dan tegas
Abraham Samad beri sinyal maju sebagai cawapres
Abraham Samad: Rata-rata koruptor di Indonesia berusia muda