Pilpres 2019, ada tiga koalisi yang akan tentukan jumlah capres
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memprediksi akan ada tiga poros koalisi yang akan menentukan jumlah calon presiden di 2019. Koalisi tersebut dimotori oleh koalisi PDIP, koalisi Gerindra dan PKS, serta koalisi Demokrat.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memprediksi akan ada tiga poros koalisi yang akan menentukan jumlah calon presiden di 2019. Koalisi tersebut dimotori oleh koalisi PDIP, koalisi Gerindra dan PKS, serta koalisi Demokrat.
"Kami lihat ada tiga gerbong atau 3 lokomotif utama dalam koalisi pilpres 2019," kata Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di Graha Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (2/2).
Koalisi pertama, PDIP, diprediksi akan kembali mengusung Joko Widodo sebagai calon petahana. Kemudian, koalisi Gerindra dan PKS, kata Adjie akan semakin mantap mengusung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Sementara, koalisi ketiga adalah yang akan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan dimotori Demokrat.
"Pertama koalisi yang dipimpin Jokowi dan PDIP yang mungkin mencalonkan kembali Jokowi sebagai capres, kedua Gerindra PKS yang mungkin akan mengusung Prabowo dan yang lain, dan ketiga koalisi demokrat dan yang lain yang mungkin akan mengusung AHY," kata Adjie.
LSI Denny JA juga memprediksi, kemungkinan besar terjadinya pengulangan pilpres 2014 lalu. Hal itu kalau tak ada tokoh selain Prabowo yang yakin menantang Jokowi.
"Kalau satu nama masih muncul Prabowo maka terjadi rematch 2019 antara Jokowi dan Prabowo" kata Adjie.
Adjie mengatakan, dimungkinkan pula terjadi pertarungan antara Jokowi melawan Anies apabila Prabowo menyerahkan mandatnya kepada Gubernur DKI Anies Baswedan. "Kalau Prabowo tidak maju dan menyerahkan capres kepada Anies yang akan maju," kata dia.
Pada simulasi lain, Jokowi bisa saja berhadapan dengan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Serta, Jokowi melawan Direktur Eksekutif Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga anak Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
"Ini kalau Gerindra dan Prabowo bisa saja gabung dengan AHY atau Jokowi," tukasnya.
Baca juga:
Isu agama dinilai tak mempan gerus suara Jokowi di 2019
Airlangga mengaku belum tahu masuk bursa Cawapres versi LSI Denny JA
Ini 5 cawapres unggulan dari latar belakang berbeda versi LSI Denny JA
Prabowo, Anies, AHY & Gatot calon potensial penantang Jokowi di 2019
3 Isu berbahaya buat Jokowi di 2019 versi LSI Denny JA