Pilkada Serentak 2018 diyakini tak sepanas Pilgub DKI 2017
Ketua Progress 98 Faizal Assegaf meyakini Pilkada serentak kali ini jauh dari potensi ancaman yang bisa menggagalkan suksesnya pilkada serentak.
Pilkada Serentak akan segera digelar pada 27 Juni mendatang dan sejumlah persoalan negatif masih menjadi sorotan, terutama masalah-masalah yang terkait dengan isu-isu SARA. Ternyata banyak kalangan yang yakin pilkada kali ini tak sepanas Pilgub DKI 2017.
Wakil Ketua DPW Nasdem DKI Jakarta, Ari Surya Subrata menilai belajar dari pengalaman Pilkada DKI, maka semua calon harus siap kalah dan siap menang. "Seperti kami Nasdem, ketika calon yang kami usung kalah, dengan hormat kami memberikan ucapan selamat kepada pemenang, ini yang harus dilakukan oleh kepala daerah yang akan bertarung nanti," ujar Ari dalam diskusi publik merawat kebangsaan menuju Pilkada Serentak 2018 di Kopi Politik, Jl Pakubuwono Jakarta Selatan, Senin (25/6).
Sementara itu, Ketua Progress 98 Faizal Assegaf meyakini Pilkada serentak kali ini jauh dari potensi ancaman yang bisa menggagalkan suksesnya pilkada serentak.
"Kita punya presiden yang lahir dari Pilkada, sehingga ancaman-ancaman kelompok yang akan merusak Pilkada bisa teratasi, kita harus optimis bahwa pilkada serentak tahun ini bisa berjalan sukses," tutur Faizal.
Ketua Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto berharap Pilkada serentak kali ini berlangsung aman, tertib dan mengahsilkan pemimpin yang amanah dan bekerja untuk rakyat.
"Kita berharap Pilkada serentak kali ini bisa tercipta rasa saling menghormati antara para pendukung calon," kata dia.
Hari menilai hal ini berkaca pada Pilkada DKI Jakarta tahun lalu. Dimana, terjadi hal-hal yang tidak sepantasnya terjadi. "Semoga kejadian Pilkada DKI tidak menular di Pilkada lainnya," ujar Aktivis 98 dari Universitas Moestopo.
Baca juga:
Kemendagri optimis Pilkada serentak 2018 berjalan aman
Datangi Polda Jabar, Dedi Mulyadi cek perkembangan kasus 'video dukun'
Polri soal ucapan SBY aparat tidak netral: Bisa dibuktikan atau tidak?
KPU akui sulit tertibkan kampanye di medsos saat masa tenang
Bawaslu ancam sanksi pidana bagi pemberi atau penerima suap
Relawan Rampak Sarinah berikan kado khusus di hari ulang tahun Puti Guntur