Pilgub 2017, Djarot prediksi parpol buat koalisi besar lawan Ahok
Berkaca pada Pilkada serentak 2015, kata Djarot partai politik sangat cair dalam berkoalisi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, tidak menutup kemungkinan hanya akan ada dua pasangan calon gubernur yang akan bertarung di Pilgub DKI. Mengingat adanya potensi untuk melakukan koalisi besar antar partai politik untuk melawan calon incumbent, Basuki Tjahaja Purnama.
"Kalau lihat dinamikanya sekarang ini, memungkinkan untuk bikin koalisi besar, dan terbuka pada siapapun juga. Kalau 2012 koalisi kan kecil-kecil tapi ketika mengerucut dua pasangan baru pada menyatu, nah sekarang ini ada nuansa ke situ saya lihat," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/5).
Ketua DPP PDIP Bidang Pengkaderan dan Organisasi ini mengungkapkan, partainya tidak akan memberikan syarat apapun dalam koalisi gemuk ini. Mengingat, pada Pilkada serentak 2015 partai politik sangat cair dalam berkoalisi.
"Enggak ada syarat, itu pengalaman kemarin pilkada serentak kemarin sangat cair, dan semua kemungkinan bisa terjadi," terangnya.
Mantan Wali Kota Blitar ini menegaskan, koalisi tidak hanya bisa dilakukan dengan Gerindra, PKS dan PPP, tetapi oleh seluruh partai. Namun, dia juga mengingatkan, tokoh-tokoh masyarakat juga harus ambil bagian.
"Komunikasi dengan siapapun, bukan hanya pada partai saja tapi pada seluruh organisasi yang ada tokoh masyarakat harus buka," tutup Djarot.
Baca juga:
Deklarasi Orang Kita, Dhani sebut gubernur DKI harus beradab
Survei Median: 34% Warga puas kerja Ahok, Djarot hanya 24%
NasDem santai soal rencana Gerindra bentuk koalisi gemuk lawan Ahok
Popularitas Ahok masih di atas Dhani, Yusril hingga Risma
Ini syarat jika ingin berkoalisi dengan PDIP di Pilgub DKI
Ahok ogah komentari rencana koalisi besar PDIP-Gerindra-PKS
Keputusan di Mega, Ahok enggan menebak arah PDIP di Pilgub DKI