Pertemuan Wapres JK dan Megawati di mata Yusril Ihza Mahendra
Hanya Presiden Joko Widodo yang memahami kebutuhan perombakan kabinet.
Isu perombakan atau reshuffle kabinet berhembus makin kencang. Acara makan siang bersama antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dikait-kaitkan dengan isu perombakan kabinet.
Pengamat hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra tidak melihat adanya indikasi pertemuan tersebut membicarakan reshuffle.
"Ya enggak apa-apa orang mau ketemu. Tidak ada indikasi apapun," ujar Yusril usai diskusi bertajuk 'Refleksi Perjalanan Politik Kaum Muslimin di Indonesia' di Jakarta, Sabtu (9/1).
Menurutnya, cuma Presiden Joko Widodo yang memahami kebutuhan perombakan kabinet. "Kalau dirasa perlu dilakukan maka lakukan. Kalau tidak perlu ya tidak usah. Semua serahkan pada kebijakan presiden sendiri," kata Yusril.
Namun jika memutuskan merombak komposisi menteri kabinet kerja, Yusril menyarankan agar memperhatikan tiga hal. Pertama, penempatan menteri harus dilandasi latar belakang dan kemampuan. Kedua, pergantian menteri harus diiringi dengan program yang jelas. Ketiga, mempertimbangkan soal koordinasi antara menteri dengan presiden. Faktor ketiga penting mengingat kabinet Jokowi-JK mendapat sorotan karena kegaduhannya sejak awal pemerintahan.
Dia mengingatkan agar hal yang sama tidak terus terjadi berulang-ulang. Dampaknya pemerintah akan kehilangan wibawa di mata masyarakat.