Persiapan Khusus Kubu Jokowi dan Prabowo Jelang Debat Capres
Kubu Jokowi dan kubu Prabowo mulai mempersiapkan diri menjelang debat perdana capres 2019.
Pasangan Capres-Cawapres, Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai mempersiapkan diri untuk debat perdana pada 17 Januari 2019. Tema debat yang akan diangkat adalah hukum, HAM, korupsi dan terorisme.
Kedua kubu mulai memperdalam isu yang menjadi tema debat tersebut. Apa saja yang sudah dipersiapkan kubu Jokowi dan Prabowo? Berikut ulasannya:
Membentuk Tim Khusus
Kubu Jokowi-Ma'ruf mengaku siap untuk menghadapi debat perdana Capres-Cawapres. Anggota Dewan Penasehat TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Romahurmuziy mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus, tim tersebut terdiri dari akademisi dan para pakar lintas profesi serta didukung oleh sejumlah ahli di 34 sektor kementerian.
"Sekarang kami masih melakukan pembentukan (tim khusus) kemudian penajaman sebagai persiapan debat," kata Romi.
Rajin Berdiskusi
Cawapres Ma'ruf Amin menyatakan, sudah siap menghadapi debat. Dia mengaku sudah rajin melakukan diskusi dengan tim debat dari Tim Kampanye Nasional.
Dia bersama timnya telah memetakan kemungkinan isu-isu yang bakal keluar saat debat. Itu sebagai bentuk kesiapan dirinya menghadapi debat capres-cawapres.
"Sebagai calon tentu saya harus siap. Kebetulan di tim kami ada tim, tim debat itu saya dapat masukan dari tim," kata Ma'ruf Amin.
Siapkan Pelatih Debat Profesional
Sementara kubu Prabowo juga melakukan persiapan jelang debat perdana. Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso mengatakan pihaknya sudah menyiapkan pelatih debat untuk Prabowo-Sandiaga.
"Prabowo-Sandi akan kita latih dengan ahli debat profesional. Supaya berjalan dengan lancar, itu kewajiban saya dan itu sudah memang disiapkan," kata Djoko.
Siapkan SBY Jadi Mentor
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan tidak menutup kemungkinan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menjadi mentor Prabowo jelang debat Pilpres 2019.
"Saya kira bisa saja (jadi mentor), pasti dari pimpinan-pimpinan partai politik itu akan dimintai masukan, pandangan, nasihat-nasihatnya supaya di dalam debat tampil secara prima, baik dari sisi substansi maupun dari sisi teknis," kata Fadli Zon.
(mdk/has)