Pernyataan Mega soal kaum oportunis penelikung dinilai aneh
Pengamat LIPI ini juga tak yakin ada pihak yang disebut telah menghambat komunikasi antara Mega dan Jokowi.
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sempat menyindir ada pihak-pihak yang ingin deparpolisasi. Pihak yang selalu mengatasnamakan independensi itu selalu mengatakan bahwa partai adalah beban demokrasi.
Mega pun menilai yang berpikiran demikian adalah kaum oportunis yang tidak mau berkerja keras membangun partai. "Mereka tidak mau mengorganisir rakyat, kecuali menunggu, menunggu, dan selanjutnya menyalip di tikungan saudara-saudara," kata Mega dalam pidato pembukanya di Kongres IV PDIP di Bali beberapa hari lalu.
Terkait pernyataan Mega tersebut, bila ada yang disebut sebagai kaum oportunis. "Teman-teman saya dikatakan menyalip di tikungan, tidak mungkin," kata Pengamat Politik LIPI, Ikrar Nusa Bhakti, di sela-sela diskusi di Gado-gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4).
Dia juga ikut mengomentari istilah trio macan (Luhut, Rini Soemarno, dan Andi Widjajanto) yang disebut-sebut telah menghambat komunikasi Mega dan Jokowi. Ikrar sangat yakin tak ada orang-orang yang punya pikiran picik demikian, karena dalam pengamatannya semua yang dipilih Jokowi untuk memperkuat pemerintahannya bagian dari timses Jokowi-JK di Pilpres lalu.
"Saya aneh jika mereka dikatakan sebagai penghambat," pungkasnya.
Baca juga:
Gantikan Maruarar di DPP PDIP, Sukur Nababan tak merasa terbaik
5 Fakta penangkapan kader PDIP di tengah Kongres
Dua anak Mega, Puan & Prananda akan digembleng jadi calon pemimpin
Adriansyah ditangkap, Sekjen PDIP tunggu informasi resmi KPK
Tersangka korupsi jadi pengurus partai, ini penjelasan Sekjen PDIP
Sabam Sirait: Tantangan PDI Perjuangan ke depan sangat berat
Ini anak-anak Megawati yang jadi kader inti PDIP