Peristiwa 'Tak Mengenakkan' Dialami Sandiaga Uno saat Kampanye
Namun saat berkampanye Sandiaga Uno beberapa kali mengalami penolakan dari warga.
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno mengklaim sudah mengunjungi 1.000 titik untuk berkampanye menyerap aspirasi rakyat. Namun saat berkampanye Sandiaga beberapa kali mengalami penolakan dari warga.
Walau mengalami penolakan di beberapa wilayah, tidak menyurutkan semangat Sandiaga Uno untuk tetap berkampanye demi meraih simpati. Berikut ini peristiwa tak mengenakkan yang dialami Sandiaga Uno saat kampanye:
Diteriaki Pendukung Jokowi
Sandiaga Uno melakukan safari politik ke Wonogiri, Jawa Tengah, Senin (28/1) lalu. Di sepanjang jalan, terdapat beberapa warga yang berbaris mengangkat tangan berpose metal dengan berteriak Jokowi kepada Sandiaga yang melintas di jalan tersebut.
"Jokowi, Jokowi, Jokowi," teriak warga saat mobil Sandiaga melintas.
Mendapat teriakan dari pendukung Jokowi, Sandiaga yang membuka kaca mobilnya hanya tersenyum dan melambaikan tangannya kepada warga di sepanjang jalan tersebut.
Sandi Diusir saat Kampanye di Sumut
Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Kota Pinang, Labuan Batu Selatan, Sumatera Utara, Selasa (11/12/2018) lalu. Namun ada penolakan dari warga dan mengusir Sandi dengan memasang poster karton berwarna putih bertuliskan: 'Pak Sandiaga Uno Sejak Kecil Kami Sudah Bersahabat Jangan Pisahkan Kami Gara-gara Pilpres Pulanglah'.
Melihat itu, Sandiaga yang tersenyum lebar dan menanggapi santai. "Jadi saya pulang aja nih?" tanya Sandi. Lantas, Sandiaga memasuki lapak yang menggantung poster tersebut dan mencoba mencari orang yang memasangnya. Si pemasang poster bernama Drijon Sihotang
"Bapak memasangnya sendiri? Kami sejak awal selalu ingin menciptakan kampanye yang sejuk, tidak memecah belah. Kampanye berpelukan Pak Drijon. Tidak ada upaya memecah belah," ucap Sandi kepada Drijon yang hanya terdiam.
Sandiaga Didemo Mahasiswa
Aksi demonstrasi mewarnai kunjungan Cawapres Sandiaga di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk mengisi kuliah umum tentang kewirausahaan, Sabtu (22/9) tahun lalu. Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa UMS mengatakan aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk penolakan politisasi kampus.
"Jika berhubungan dengan kepentingan 2019, kami menolak. Memang ketika kondisi seperti ini generasi milenial termasuk mahasiswa yang paling diunggulkan," kata Salah satu mahasiswa, Abdulrahman.
Meski demikian, menurut dia, datangnya Sandiaga Uno ke UMS justru berpotensi mencederai nama baik mahasiswa dan universitas. "Dari manapun kami akan menolak keras. Hentikan politisasi di lingkungan kampus," kata mahasiswa Teknik Mesin UMS tersebut seperti dikutip Antara.
(mdk/has)