Penjelasan AHY soal SBY pakai kaos #JanganDiam
Mantan perwira pertama militer ini menyerukan supaya masyarakat jangan takut untuk berekspresi. Dia tak ingin politik di Indonesia di isi oleh orang orang yang tak baik.
Beredar foto di media sosial yang menampilkan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenakan kaos bertuliskan #JanganDiam bersama istrinya Ani Yudhoyono saat nonton bareng laga final Piala Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid Minggu (27/5) kemarin.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan makna sang ayah mengenakan kaos tersebut sebagai pesan moral. Bahwa jika yang baik diam, maka yang jahat akan berkuasa.
AHY pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan demokrasi dengan baik dan menyuarakan haknya.
"Kalau tidak salah secara lengkapnya perlu saya cek lagi tetapi kalau yang baik diam yang jahat akan menang dan akan berkuasa, jadi ini adalah pesan moral kepada kita semuanya, kita warga negara Indonesia mari kita gunakan hak kita sebagai warga negara," katanya saat ditemui di The Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan, Senin (28/5).
"Hak kita dalam demokrasi untuk menyuarakan yang kita pikirkan, yang kita rasakan dan apa yang kita harapkan untuk dihadirkan oleh negara dihadirkan oleh pemimpin kita dan dihadirkan oleh demokrasi yang semakin baik ini ke depan," tambah AHY.
Mantan perwira pertama militer ini menyerukan supaya masyarakat jangan takut untuk berekspresi. Dia tak ingin politik di Indonesia di isi oleh orang orang yang tak baik.
"Jangan sampai kemudian kita menjadi orang orang yang takut berbicara, takut berbuat karena sesungguhnya jangan sampai politik kita diisi oleh mereka mereka yang tidak baik, justru yang baik yang punya kapasitas, yang punya integritas harus masuk terlibat secara langsung berpartisipasi," tegasnya.
Dia menambahkan, dirinya juga pensiun dini dari TNI karena ingin terlibat langsung membenahi negara dengan jalur politik.
"Saya pun demikian terlibat dalam politik secara langsung dan terus berjuang di jalur politik ini, karena saya merasa dengan hanya terlibat langsung hanya dengan tidak diam, kita tidak bisa menyuarakan dan bisa berkumpul secara positif bangsa dan negara," tandasnya.
(mdk/fik)