LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Peneliti LIPI: Gaya Ofensif dan Emosional Tak Begitu Bagus Untuk Jokowi

Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris berkomentar soal gaya debat Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi pada debat Capres Pertama 17 Januari lalu. Menurutnya, gaya bicara Jokowi yang menyerang tidak sesuai dengan sikap aslinya.

2019-02-07 17:53:58
Pilpres 2019
Advertisement

Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris berkomentar soal gaya debat Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi pada debat Capres Pertama 17 Januari lalu. Menurutnya, gaya bicara Jokowi yang menyerang tidak sesuai dengan sikap aslinya.

"Pak Jokowi saya kaget juga kok beliau lebih ofensif," kata Syamsuddin saat diskusi 'Menakar Pengaruh Debat Terhadap Keterpilihan Paslon' di Populi Center, Jl Letjen S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Kamis, (7/2).

"Bukan hanya ofensif, lebih emosional, ini sebetulnya tidak begitu bagus," tambahnya.

Advertisement

Menurutnya, Jokowi mesti menjaga orisinalitas sikap yang lebih kalem. Dia menduga Jokowi terpancing dengan isu miring dari kubu penantang sehingga menyebabkan emosional.

"Saya enggak tahu faktornya apa, mungkin beliau terpancing oleh isu-isu yang tidak putus putus, yang menghantam Pak Jokowi selama empat tahun," ucapnya.

Meski begitu, dia memandang emosi Jokowi juga untuk menjawab para pemilih dan pendukungnya yang ingin melihatnya lebih tegas. Hal ini pun bisa memperkuat keyakinan para pendukungnya terhadap Jokowi.

Advertisement

Menurutnya, tak ada dampak negatif dari gaya bicara Jokowi yang menyerang. Bagi Syamsuddin ini merupakan hal yang wajar. Namun baiknya, ranah menyerang lebih pas bila tim kampanye nasional (TKN) yang menyuarakan.

"Bagi saya adalah wilayah timses untuk membantah negara bubar, negara punah, sehingga Jokowi sebagai petahana tidaknya masuk kesitu," terang Syamsuddin.

"Saya berharap (Jokowi) tidak (menyerang di debat kedua) atau jangan jangan ini strategi penantang untuk memancing Pak Jokowi lebih emosional," tandasnya.

Baca juga:
Ada Pilpres, Investasi Diperkirakan Melambat di 2019
Jokowi: Kalau Ulama & Umara Sering Bertemu, Insya Allah Negara Adem Ayem, Tentram
Meski Hujan Gerimis, Ma'ruf Amin Tetap Layani Warga yang Ingin Foto dan Bersalaman
LSI Denny JA: Emak-Emak Pilih Jokowi 57 Persen, Prabowo Cuma 27,8 Persen
Ma'ruf Amin Usulkan Syekh Soelaiman Jadi Pahlawan Nasional
Sekjen PDIP Nilai Pernyataan Prabowo Hanya Mengulang Narasi 2014
Jokowi Janji Bangun 1.000 Balai Latihan Kerja di Ponpes

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.