Pengusaha Katering, Salon dan Penjahit Deklarasi Dukung Bajo di Pilkada Solo
Rina mengatakan para ibu-ibu menaruh harapan besar kepada pasangan Bajo jika menang dalam Pilkada 2020 nanti.
Dukungan untuk pasangan Baggio Wahyono dan FX Suparjo terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini dukungan datang dari komunitas pengusaha katering, penjahit dan pengusaha salon. Dukungan dideklarasikan di rumah Pemenangan Bajo, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Rabu (16/9).
“Sebenarnya banyak yang memberikan dukungan dari ibu-ibu para pengusaha katering, salon, ibu-ibu pengajian dan para penjahit. Tapi karena kondisi masih pandemi Corona, jadi yang datang kali ini hanya perwakilan saja. Kita tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” ujar Rina Kurniawati, ketua Tim Srikandi pasangan Bajo.
Rina mengatakan para ibu-ibu menaruh harapan besar kepada pasangan Bajo jika menang dalam Pilkada 2020 nanti. Baju diharapkan bisa membuat kemajuan kepada para ibu ibu. Bentuk dukungan tersebut antar lain akan diwujudkan dengan memberikan pembelajaran atau kursus tentang rias, salo, jahit, katering dan lainnya. Sehingga diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi para ibu rumah tangga.
“Kalau nanti Pak Bagyo bisa maju harapan kita ada pengembangan usaha untuk ibu-ibu yang ada di rumah. Meskipun di rumah, mereka tetap berkarya dan berwira usaha, tetap mendapatkan penghasilan,” katanya.
Rina menyebut masih akan ada lagi beberapa komunitas yang akan mendeklarasikan diri mendukung pasangan Bajo. Di antaranya komunitas senam, dan komunitas ibu-ibu pengajian.
Bakal calon wali kota independen Bagyo Wahyono mengaku terharu dengan banyaknya dukungan yang terus mengalir tersebut. Dia mengklaim masih banyak komunitas yang akan memberikan dukungan, diantaranya dari komunitas lintas agama.
“Saya ini bukan siapa-siapa. Dengan adanya dukungan ini saya merasa terharu dan bangga. Kebangkitan rakyat atau masyarakat Solo sudah mulai terlihat. Kita terus lihat dukungan ini sampai di mana, tapi kira kira sudah 60 persen kita dapat,” pungkas Bagyo.
(mdk/ray)