LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Pengamat: Kubu Khofifah-Emil adalah aliansi kekuatan antara Jokowi dan SBY

Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman menilai perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 diisi persiapan adu strategi perang bagi semua partai untuk Pemilu serentak 2019.

2018-06-19 19:04:00
Khofifah-Emil Dardak
Advertisement

Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman menilai perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 diisi persiapan adu strategi perang bagi semua partai untuk Pemilu serentak 2019. Menurutnya, Pilgub Jatim menjadi penentu suara untuk pemilihan presiden 2019 yang saat ini begitu ramai dibahas para petinggi politik.

Hal ini membuat kondisi politik Pilgub Jawa Timur 2018 semakin dinamis. Apalagi Partai Gerindra dan PKS yang merupakan partai pendukung pasangan calon Pilgub Jatim 2018 nomor urut 2, Saifullah Yusuf-Puti Guntur (Ipul-Puti) makin habis-habisan meminta ganti presiden dengan kampanye #2019gantipresiden.

Meski, kata dia, saat ini Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) rajin turun gunung untuk pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak (Khofifah-Emil). Kondisi politik pilgub jatim 2018 tetap menggambarkan pembuka duel ulang antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk Pemilu Presiden 2019.

Advertisement

"Pertarungan dalam pilgub Jatim kali ini tidak bisa digeneralisir. Kalau kita melihat bahwa pertarungan keras 2014 dan kontinyuitasnya adalah pada Jokowi vs Prabowo bukan Jokowi vs SBY," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (19/6).

Menurut dia, skema Pilgub Jatim melihat variabel Gerindra dan PKS yang berada di kubu Ipul-Puti. Terlebih, dua partai yang menolak mengusung Jokowi sebagai capres 2019 ini setia mendukung Gus Ipul sejak Pilgub Jatim seri 2008 dan 2013 lalu.

Khofifah memiliki historis kedekatan sebagai kubu Jokowi yang dipercaya sebagai Juru bicara pada Pilpres 2014 lalu. Ketua Umum Muslimat NU ini pun dipercaya di kabinet kerja Jokowi sebagai Menteri Sosial.

Advertisement

SBY yang turun gunung mengkampanyekan Khofifah memiliki massa yang sudah tak diragukan. Maka dianggap makin menguatkan posisi Khofifah di Pilgub Jatim. Mengingat dua tahun sebelumnya, Soekarwo yang merupakan kader partai Demokrat memimpin Jawa Timur.

"Posisi historis dari masing-masing kubu, pada Pilpres 2014 di mana Khofifah adalah Jubir Jokowi-JK dan Gus Ipul (GI) Pendukung Prabowo-Hatta. Jelasnya lagi saat ini bahwa Gerindra dan PKS adalah parpol pengusung GI. Artinya bahwa pihak GI-Puti memiliki kedekatan dengan kubu Prabowo. Sementara kubu Khofifah-Emil adalah aliansi kekuatan antara Jokowi dan SBY," ujarnya.

Dukungan Khofifah-Emil dari orang nomor satu Indonesia ini pun diamini para massa loyalis Jokowi. Yakni Bara JP (Barisan Relawan Jokowi for President) dan Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH). Dukungan massa pendukung Jokowi ini pun ditegaskan langsung oleh Ketua Bara JP Jawa Timur, Giyanto Wijaya.

"Kita DPD Bara JP Jawa Timur mendukung Khofifah-Emil. Hasilnya mayoritas mendukung bu Khofifah," kata Ketua Bara JP DPD Jawa Timur, Giyanto Wijaya.

Kedua massa ini adalah masyarakat pelopor yang mendorong Jokowi untuk maju sebagai calon Presiden pada pemilu 2014 lalu. Dukungan RKIH ini diungkapkan Ketua RKIH Jawa Timur Erwin Silitonga.

"Kami mendukung penuh Ibu Khofifah. Saya yakin kerja keras teman-teman pasti tidak akan sia-sia, insyaallah Ibu Khofifah tetap komitmen dengan program yang dicanangkan," kata Erwin.

Baca juga:
Pengamat: SBY panik sampai tuding TNI, Polri dan BIN tak netral di Pilkada
SBY sebut ada tanda ketidaknetralan negara di Pilkada 2018
Bidik kemenangan Khofifah-Emil, Soekarwo kembali hadirkan SBY di Jatim
Mantan Bupati Trenggalek nilai Emil Dardak sosok yang dibutuhkan Jawa Timur
Sejak dipimpin Emil, Trenggalek jadi kota perdagangan baru di Mataraman
Soal fatwa fardhu ain, Kiai Nawawi prihatin dianggap ingkari Allah

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.