Pemilu Berlangsung Aman, Ketum Golkar Puji Masyarakat Dewasa Berpolitik
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memantau proses hitung cepat (quick count) pemilu 2019, di aula DPP Partai Golkar, Jl. Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Rabu (17/4).
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memantau proses hitung cepat (quick count) pemilu 2019, di aula DPP Partai Golkar, Jl. Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Rabu (17/4).
Dia mengatakan berdasarkan pantauannya, pemilu baik pemilihan presiden maupun pemilihan anggota legislatif kali ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Menurut Airlangga, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin dewasa dalam berpolitik. Karena itu, pihaknya mengucapkan apresiasi kepada masyarakat.
"Ini menunjukkan bahwa Rakyat Indonesia sudah mengalami dan menjalani politik secara dewasa," ungkap Airlangga dalam konferensi pers.
Terkait hasil hitung cepat alias quick count, yang menunjukkan keunggulan pasangan calon yang diusung Golkar, Jokowi-Ma'ruf, Airlangga mengatakan pihaknya menanggapinya dengan positif.
Meskipun demikian, Airlangga tetap mengingatkan masyarakat dan simpatisan Golkar bahwa hasil resmi Pemilu 2019 adalah yang dikeluarkan oleh KPU.
"Walaupun indikasi perhitungan sementara ini, baik melalui kaidah akademik diperkirakan tidak akan jauh dari hasil resmi," tegas dia.
Golkar Posisi Kedua
Airlangga juga menanggapi hasil sementara quick count yang dilakukan oleh Poltracking Institute yang menempatkan Golkar berada di posisi kedua partai pemenang pemilu 2019.
Poltracking mencatat, dari suara TPS masuk 42,35 persen pada Pukul 17.05 WIB, PDIP masih unggul dengan perolehan 19,67 persen. Di tempat kedua masih diduduki oleh Partai Golkar dengan 12,73 persen.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, meskipun masih tahap awal hal tersebut mengindikasikan Partai Golkar bakal mencapai target Partai pada pemilu kali ini.
"Jadi memang capaian ini masih awal karena jumlahnya belum stabil. Tapi insya Allah Golkar bisa mencapai target yang diharapkan," kata dia, saat ditemui, di DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (17/4).
Airlangga, menjelaskan bahwa pihaknya telah mematok sejumlah target dalam pemilu kali ini. Di antaranya, menduduki posisi dua nasional dan mencapai 110 kursi.
"Target yang diharapkan 2 besar atau 110 kursi. Jadi, mana saja yang dapat duluan," ujarnya.
Dia pun menginstruksikan segenap kader partai untuk mengawal hasil perhitungan yang diselenggarakan KPU dari level daerah hingga perhitungan resmi dilakukan di tingkat nasional.
"Pengawalan dan pengawasan hasil ini menjadi penting agar tidak terjadi deviasi antara amanat rakyat dan hasil pemilu," tandasnya.
(mdk/bal)