LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Pemilu 2014, simpatisan Demokrat diprediksi pilih partai lain

Partai Demokrat akan merosot pada kisaran 20,85%-13,4% hingga 20,85%-10,4% atau kisaran 7,45%-10,45%.

2013-05-15 14:33:04
Partai Demokrat
Advertisement

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menyebut Partai Demokrat akan merosot pada kisaran 20,85%-13,4% hingga 20,85%-10,4% atau kisaran 7,45%-10,45%.

Hal demikian merupakan hasil riset Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tentang peta pergeseran partai di Pemilu 2014 dan kemunculan partai menengah baru dengan menggunakan metode Volatilitas Elektoral.

Volatilitas adalah metode yang menghitung data-data lama parpol pada pemilu sebelumnya dan dihitung dengan rumus dan menambahkannya dengan data survei yang sekarang.

"Dengan kata lain, paling tinggi Partai Demokrat akan meraih 10,45 persen atau paling rendah 7,45 persen pada Pemilu 2014 mendatang," kata Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens saat memaparkan hasil risetnya di Galery cafe Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Rabu (15/5).

Dia menuturkan bahwa Partai Demokrat merupakan Partai yang fenomenal. Karena, partai berlambang bintang mercy ini muncul secara menakjubkan di 2004, lalu menanjak sebagai pemenang di Pemilu 2009 dengan besaran lonjakan 13,4 persen, jauh dari partai-partai lainnya saat itu. Sembilan tahun terakhir Partai Demokrat menjadi kotak pandora.

"Korupsi politik, kualitas pemerintahan SBY yang tidak identik dengan janji politiknya, menjadikan partai ini sasaran dari kekecewaan masyarakat politik, terutama bagi pemilih volatile yang memberi kontribusi terbesar pada Pemilu 2004 dan 2009 untuk Partai Demokrat," ujarnya.

Akibatnya, lanjutnya, pada Pemilu 2014 Partai Demokrat dihukum pemilih. Pemilih setia mereka akan pindah ke partai lain karena merasakan ketidakpuasan dalam pemerintahan SBY dan ketidakmampuan SBY dalam memberantas korupsi.

"Akan terjadi arus migrasi besar-besaran dari Partai Demokrat ke partai lain, yang mayoritas akan lari ke partai baru dan partai tengah lama," pungkasnya.(mdk/war)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.