Pemilihan ketum Golkar dilakukan secara tertutup
Keputusan soal mekanisme pemungutan suara ini dilakukan secara voting.
Polemik tata cara pemilihan ketum dilakukan secara tertutup atau terbuka akhirnya terjawab. Hasil sidang komite pemilihan menyatakan bahwa pemilihan ketum dilakukan secara tertutup.
Ketua Komite pemilihan Munaslub Golkar, Rambe Kamarul Zaman mengatakan, setelah dilakukan sidang, diputuskan bahwa pemilihan ketua umum dilakukan secara langsung bebas dan rahasia.
"Pasal 25 ayat 1 pemilihan ketua umum/ketua formatur dilakukan secara langsung bebas dan rahasia," kata Rambe saat bacakan hasil sidang komite di sidang paripurna, Nusa Dua, Bali, Senin (16/5).
Mendengar keputusan ini, sejumlah peserta Munaslub Golkar pun bersorak tepuk tangan. Mereka setuju jika pemilihan dilakukan dengan tertutup.
Mekanisme pemilihan ketum sempat menjadi kontroversi. Bakal Caketum Golkar Setya Novanto dituding mengarahkan DPD untuk menyetujui pemilihan secara terbuka.
Bahkan, 7 dari 8 bakal caketum bersatu menolak pemilihan terbuka. Namun belakangan, Setya Novanto menegaskan bahwa siap apapun mekanisme yang ditetapkan, baik terbuka atau tertutup.
Baca juga:
Dukungan DPD I di Munaslub Golkar tak jaminan bakal diikuti DPD II
Munaslub Golkar tetapkan Aburizal Bakrie jadi Ketua Dewan Pembina
Fadel tuding pendukung Setnov bikin Munaslub Golkar seperti pasar
Timses Airlangga nilai tak patut DPD I nyatakan dukungan saat LPJ
Catut nama Jokowi, Luhut dianggap otoriter mirip Orde Baru