Pemecatan Doli Kurnia sudah melalui Dewan Kehormatan, Pembina, dan Pakar Golkar
Pemecatan Doli Kurnia sudah melalui Dewan Kehormatan, Pembina, dan Pakar Golkar. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham menegaskan, DPP Golkar melakukan pemecatan terhadap Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli, sudah melalui proses yang panjang.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham menegaskan, DPP Golkar melakukan pemecatan terhadap Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli, sudah melalui proses yang panjang. Hal itu juga sudah dipertimbangkan oleh aspirasi internal dari Dewan Kehormatan, Dewan Pembina, dan Dewan Pakar Partai Golkar.
"Itu pemecatan (Doli) dilakukan setelah melalui proses agak panjang dari semua aspirasi yang ada, Dewan Kehormatan, Dewan Pembina dan Dewan Pakar," kata Idrus di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (1/9).
Awal mulanya, DPP Golkar hanya menganggap Gerakan Golkar Bersih yang dicetus oleh Doli dengan menuntut pemecatan terhadap Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, yang sudah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP sebagai wacana.
"Makanya ketika itu hanya diberikan teguran tertulis," ujarnya.
Padahal keputusan mengenai tidak ada Munaslub hingga lima tahun ke depan sudah diputuskan dalam Munaslub dan Rapimnas beberapa waktu lalu. Namun, saat Doli dan yang lain sudah melibatkan institusi yang lain dengan berdemo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY), maka itu yang menjadi persoalan serius.
"Melibatkan Ketua Mahkamah Agung, KY dan lain sebagainya. Apalagi yang dieksploitasi adalah sebuah forum akademik promosi doktor salah seorang kader Partai Golkar yang sama sekali tidak ada relevansinya, dan kalaupun ada pertemuan itu dalam rangka kesuksesan promosi doktor itu. Dan hadir Ketua MA itu sebagai penguji, itu tidak ada relevansinya, tetapi ini tetap didorong," jelasnya.
Setelah DPP Golkar memberikan teguran terhadap Doli, namun teguran itu tidak diindahkan olehnya. Sehinga dengan memperhatikan sistem dan aturan partai, maka Doli pun langsung dipecat.
"Niat yang baik untuk memajukan partai ini harus dilakukan dengan cara yang baik yaitu dengan mekanisme organisasi yang sudah diatur AD/ART partai kita," tuturnya.
Sebagian pihak khawatir bahwa pemecatan terhadal Doli itu akan menyulut perpecahan di internal partai itu sendiri. Namun, Idrus menepis tegas kekhawatiran itu.
"Sama sekali tidak ada dan semua solid dan semua di antara kita cukuplah 2 tahun lalu ada konflik berkepanjangan, meskipun demikian konflik berkepanjangan di bawah Setnov pada pilkada 2017 lalu partai Golkar tetap memenangkan terbesar, berapa? 59 dan menjadi nomor satu, dari seluruh partai yang ada. kalau nggak salah ada Nasdem menyusul Golkar, Demokrat, setelah itu ada Gerindra dan PDIP. Saya rasa ini prestasi yang besar," pungkasnya.
Baca juga:
Idul Adha, Novanto ajak parpol angkat martabat bangsa dari kemiskinan
Golkar konsentrasi cari pendamping untuk Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018
'11-12' Setnov & Ical pecat kader Golkar yang tak sejalan
JK diusulkan jadi ketua timses Jokowi, Golkar bilang 'kita gak bisa komentar'
Ini tanggapan Golkar soal JK diusulkan jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi
Sekjen Golkar tegaskan BJ Habibie tak pernah ultimatum Setya Novanto
Golkar akan kaji laporan ulama soal pencalonan Dedi Mulyadi