LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Pemberitaan TV banyak disusupi iklan muatan kampanye politik

Menjelang tahun 2014, iklim politik di tanah air mulai memanas.

2013-12-29 08:26:33
kpid
Advertisement

Menjelang tahun 2014, iklim politik di tanah air mulai memanas. Serangan-serangan udara mulai dilancarkan, terlebih pemilik-pemilik stasiun televisi yang berafiliasi terhadap partai politik tertentu.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DKI Jakarta menggandeng 6 perguruan tinggi melakukan pemantauan dan penelitian terhadap 17 stasiun TV di Jakarta. Baik itu tv daerah Jakarta atau tv nasional.

"Ada kecenderungan pemberitaan dan iklan pun sudah disusupi kampanye, dari 602 berita 4,7 persen terindikasi mengandung muatan kampanye dengan memperkenalkan atribut kepartaian parpol yang bersangkutan. Dari 17 itu hanya 7 tv lokal seperti ElshintaTV, NET TV dan lain-lain yang tidak ada iklan politik. Sedangkan 10 tv sudah ada iklan politik, apalagi tv nasional," ujar Ketua KPID Jakarta Hamdani Masil, Minggu (29/12).

Hamdani menegaskan, kecenderungan pemilik media tv yang berafiliasi dengan partai tertentu mendominasi pemberitaan partai yang bersangkutan. Misalnya seperti kegiatan atau iklan Partai Hanura mendominasi pemberitaan atau iklan partai yang muncul di MNC, RCTI dan Global TV.

Sedangkan tokoh Partai Gokar mendominasi iklan dan pemberitaan di ANTV dan tvOne. Dan untuk NasDem mendominasi di MetroTV.

"Para pemilik media menggunakan medianya untuk kepenting partai yang bersangkutan. Misalnya NasDem jarang dan tak pernah beriklan di luar di MetroTV dan sebaliknya Hanura jarang beriklan di luar MNC Grop. Itu sebetulnya temuan yang walaupun tak kita teliti sudah bisa kita simpulkan," jelas Hamdani.

Kemudian KPID juga menilai bahwa stasiun-stasiun tv itu belum mengindahkan aturan No 1 tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye serta P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran Standar Program Siaran) yang dikeluarkan KPI.

"Kita dari KPI Pusat sudah memberi teguran tertulis kepada 6 tv nasional yang kebetulan pemiliknya adalah tokoh partai seperti MNC, RCTI, Global, MetroTV, ANTV dan tvOne. Justru setelah mereka ditegur, pemberitaan atau penayangan iklan melonjak dua kali lipat. Seakan-akan mereka meledek, seolah-olah seperti itu,” terangnya.

Perlu diketahui, penelitian pengawasan dan pemantauan terhadap stasiun tv ini dilakukan KPID dengan 6 perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Universitas Mercua Buana, Universitas Nasional, Universitas Persada Indonesia YAI dan Universitas Sahid Jakarta. Penelitian sendiri rentan dalam satu bulan dari tanggal 16 November-15 Desember 2013 dengan pemantauan dan kajian terhadap pemberitaan, talkshow dan iklan televisi. Kemudian, penelitian juga menggunakan metode-metode ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:
Ditegur iklan politik berlebihan, bos TV malah ledek balik KPI
KPID sindir talk show 'dukun politik' tvOne pendangkalan logika
KPID: Acara home shopping langgar pedoman perilaku penyiaran
'Jupe Paling Suka 69' diprotes KPID
Tujuh anggota KPID Jabar resmi dilantik

(mdk/war)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.