LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Pembangunan tak merata, warga tiga TPS perbatasan RI-Malaysia golput Pilkada Kalbar

Aksi golput diduga dilatarbelakangi persoalan tidak meratanya pembangunan. Persoalan ini akan menjadi bahan evaluasi. Di sisi lain, pemerintah tidak bisa memaksakan kehendak masyarakat dalam menyalurkan hak politiknya.

2018-06-28 13:23:02
Pilkada Serentak
Advertisement

Masyarakat di tiga tempat pemungutan suara (TPS) daerah perbatasan RI-Malaysia memilih untuk tidak menggunakan hak pilih mereka pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat.

"Kami belum mengetahui penyebab masyarakat golput, yang jelas dugaan sementara tiga TPS di perbatasan," ungkap Ketua Panwaslu Kapuas Hulu, Musta'an dilansir Antara.

Tiga TPS yang melakukan golput yaitu TPS 03 Dusun Piam, Desa Tinting Peninjau, Kecamatan Empanang, TPS 01 dan TPS 02 Desa Semuntik, Kecamatan Badau yang berbatasan darat langsung dengan wilayah Sarawak, Malaysia Timur.

Advertisement

Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir menyesalkan adanya golput yang dilakukan pemilih di tiga TPS yang berada di dua kecamatan daerah perbatasan RI - Malaysia wilayah Kapuas Hulu pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat.

"Golput itu harusnya tidak terjadi, apalagi jika karena alasan listrik dan jembatan," kata Nasir, di Putussibau, Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Kamis.

Aksi golput diduga dilatarbelakangi persoalan tidak meratanya pembangunan. Menurutnya, untuk masalah pembangunan sebenarnya tanpa diminta masyarakat, pemerintah daerah selama ini sudah melakukan koordinasi dengan pusat. Apalagi yang berkaitan dengan listrik.

Advertisement

Menurutnya, masalah pembangunan tidak seharusnya membuat masyarakat memilih untuk golput. Persoalan ini akan menjadi bahan evaluasi. Di sisi lain, pemerintah tidak bisa memaksakan kehendak masyarakat dalam menyalurkan hak politiknya.

"Meskipun demikian masyarakat yang memilih golput itu suatu pilihan yang kurang tepat, sebagai warga negara seharusnya kita gunakan hak pilih," kata Nasir.

Baca juga:
Jagoan-jagoan PDIP yang kalah versi hitung cepat di Pilkada 2018
Quick Count final LSI Denny JA: Sutarmidji kalahkan Karolin di Pilgub Kalbar
Quick Count Pilgub Kalbar: Sutarmidji-Ria Norsan unggul sementara 55 persen
Jawa kondusif, ini lima daerah rawan saat Pilkada Serentak 2018 versi Polri
Survei LSI Denny JA sebut Midji-Norsan paling besar berpeluang menang pilgub Kalbar
Jelang pencoblosan, PDIP makin yakin Karolin-Gidot menang

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.