PDIP usung Jokowi sebagai capres, NasDem sebut koalisi makin kuat
Sejauh ini, sudah ada lima partai yang menyatakan dukungan kepada Jokowi. Antara lain, NasDem, Golkar, Hanura, PPP, dan PDIP. Dengan PDIP menyatakan dukungan, maka formasi koalisi jadi kuat, lebih dari 52 persen.
PDI Perjuangan telah memutuskan mengusung kembali Joko Widodo sebagai calon presiden di Pilpres 2019. Sekjen Partai NasDem Jhonny G Plate mengatakan keputusan PDIP itu menguatkan koalisi partai-partai pendukung Jokowi.
Sejauh ini, sudah ada lima partai yang menyatakan dukungan kepada Jokowi. Antara lain, NasDem, Golkar, Hanura, PPP, dan PDIP.
"Dengan PDIP menyatakan dukungan, maka formasi koalisi jadi kuat, lebih dari 52 persen," kata Jhonny di Kantor PARA Syndicate, Kebayoran, Jakarta, Jumat (23/2).
Masuknya PDIP membuat NasDem optimis Jokowi akan kembali menjadi Presiden RI di periode kedua.
"Dengan semakin kuatnya ini, kami tentu yakin, menjadi lebih kuat dalam memenangkan kontestasi dalam pilpres nanti. Semua ini kan demi kepentingan pembangunan negara," klaimnya.
Jhonny menilai, sikap PDIP itu sejalan dengan NasDem yang ingin Presiden Joko Widodo melanjutkan kinerjanya membangun Indonesia.
"Kami ingin agar kebijakan yang dilaksanakan oleh Presiden ini bisa dilanjutkan kembali dan itu mendapat endorsement dari masyarakat dengan kepuasan publik yang tinggi," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam video yang diterima merdeka.com, di depan kadernya, Megawati secara resmi mendeklarasikan Joko Widodo sebagai calon presiden. "Dengan ini saya nyatakan, calon Presiden dari PDI Perjuangan adalah Joko Widodo," tegas Mega.
Pengumuman itu langsung disambut sorak sorai kader PDIP. Para kader langsung berdiri dan bersorak. Mereka mengangkat tangan dengan jari tiga sebagai simbol nomor urut PDIP di Pemilu 2019.
Baca juga:
Menghitung peluang lahirnya 3 poros koalisi di Pilpres 2019
PDIP resmi usung Jokowi, Fahri tantang partai lain deklarasi capres bukan cawapres
Soal cawapres, PDIP cari sosok yang mampu melengkapi kepemimpinan Jokowi
Survei Alvara: Jokowi-Gatot kalahkan Prabowo-Anies
Populisme agama dan ekonomi dinilai bakal menjadi tantangan Jokowi di Pilpres 2019