LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PDIP: Undangan Demokrat 1 Juni itu sandera politik

"Demokrat mau mendukung Pak Prabowo jangan kita dijadikan aksesoris."

2014-05-29 08:35:55
Jokowi-JK
Advertisement

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari menilai keinginan Partai Demokrat mengundang para capres untuk menyampaikan visi dan misi guna mendapatkan dukungan sekadar basa-basi politik. Strategi itu, untuk mengubah arah haluan keputusan Rapimnas Partai Demokrat yang sebelumnya netral menjadi mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

"Ini terbacanya aneh (undangan Partai Demokrat), PDIP yang mengusung Trisaksi harus mengkhianati pemilihnya agar dapat dukungan dari Demokrat. Ini kan memojokkan PDIP, sementara maunya Demokrat untuk sekadar mencari strategi tidak lagi netral untuk mendukung Pak Prabowo jangan kita dijadikan aksesoris," kata Eva Kusuma Sundari kepada merdeka.com, Kamis (29/05).

Menurutnya undangan Partai Demokrat pada tanggal 1 Juni tersebut, merupakan sandera politik. Pasangan Jokowi-JK pun  mempunyai agenda yang padat pada saat itu.

"Tujuan dari pertemuan dengan presentasi didahului sandera, kalau tidak mau meneruskan kebijakan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) tidak mau dipilih, ngapain kita datang ke sana. Apalagi 1 Juni, Pak Jokowi banyak agenda, makin menyulitkan lagi," terang dia.

Topik pilihan: Jokowi-JK | Pilpres | Prabowo-Hatta

Selain itu, dia menilai kesediaan pasangan Prabowo-Hatta memenuhi undangan Partai Demokrat hanya untuk mencari dukungan semata. Kebijakan yang diusung pasangan itu juga bukan antitesa pemerintahan sekarang.

"Kalau Prabowo asal iya saja, karena butuh dukungan. Kebijakannya tidak antitesa sangat proimpor dan tidak menggerakkan industrialisasi," pungkas dia.

Seperti diberitakan, Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, Demokrat siap memfasilitasi jika pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla ingin memaparkan visi dan misi mereka kepada kader Demokrat. Sejauh ini, menurut Syarief, Partai Demokrat baru menerima surat dari pasangan Prabowo-Hatta Rajasa.

Menurut Syarief, komunikasi Demokrat dengan elite PDI Perjuangan, pimpinan koalisi pengusung Jokowi-JK, berjalan dengan baik. Syarief mengakui, belum ada pembicaraan dengan PDI-P mengenai capres-cawapres.

Baca juga:
Prabowo: Kita akan rekrut kader terbaik PDIP
Jokowi diminta berhenti cium tangan Mega di depan publik
PDIP optimis Jokowi-JK menang mutlak di kampung Ahok
PDIP yakin Demokrat tak akan berkoalisi dukung Prabowo-Hatta

Advertisement
(mdk/tts)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.