LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PDIP Tunjuk Mantan Konsultan Bank Dunia jadi Ketua DPD Aceh

DPD PDIP Aceh menunjuk Muslahuddin Daud sebagai ketua yang baru.

2019-08-05 04:33:00
PDIP
Advertisement

PDI Perjuangan menyelesaikan Konferensi Daerah dan Konferensi Cabang terakhir di Provinsi Aceh sebagai prasyarat Kongres V Bali 8 Agustus 2019. DPD PDIP Aceh menunjuk Muslahuddin Daud sebagai ketua yang baru.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partai berlambang banteng moncong putih itu telah menyelesaikan seluruh konsolidasi menjelang Kongres V. Konsolidasi berupa evaluasi, sinkronisasi program dan pergerakan struktural di tingkat kabupaten/kota sampai provinsi. Konsolidasi di Aceh dilakukan pada Sabtu (3/8).

"Aceh menjadi puncak konsolidasi. Ibu Megawati Soekarnoputri dengan kejernihannya di dalam melakukan profiling kader, akhirnya menugaskan Muslahuddin Daud," kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (4/8)

Advertisement

Muslahuddin, sebut Hasto adalah sosok cendekiawan berpengalaman luas sebagai konsultan World Bank yang visioner. Namun, Muslahuddin akhirnya memilih keluar dari World Bank dan menjadi petani di tanah kelahirannya Aceh.

"Namun karena panggilan nuraninya, sejak beberapa tahun terakhir, Muslahuddin memilih untuk menjadi pejuang kemanusiaan dan membantu para petani Aceh di kampung halamannya," kata Hasto.

Sementara, Yunia Sofiasti dipilih sebagai sekretaris DPD PDIP Aceh. Ia merupakan tokoh muda yang terjun ke politik dengan basis pengalaman sebagai arsitek. Serta bendaharanya adalah Hamdani, seorang aktivis PMII yang pernah berprofesi sebagai pengusaha kopi.

Advertisement

"Seluruh pimpinan baru DPD PDI Perjuangan tersebut dipilih dengan kewajiban memahami kebudayaan Aceh," ucap Hasto.

Hasto juga mengatakan dengan selesainya konsolidasi tersebut, maka PDIP semakin meneguhkan diri sebagai partai yang membumikan demokrasi Pancasila dengan mengedepankan musyawarah. Namun, lanjutnya, bukan berarti meniscayakan kemajuan peradaban dengan munculnya berbagai teknologi baru.

PDIP justru menerapkan berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, perilaku organisasi, kepemimpinan, dan strategi politik dengan Pancasila sebagai panduannya.

Pembentukan struktur baru di seluruh Indonesia, kata Hasto diwujudkan dengan kaderisasi dari bawah. Hasto menuturkan, hal itu menjauhkan PDIP dari langkah pragmatis membajak kader lain.

"Sebab berpolitik itu adalah investasi kehidupan bagi bangsa dan negara. Karena itulah harus dilakukan dengan cara baik-baik. Sebab tidak ada jalan pintas dalam politik," ujarnya.

"Kami percaya bahwa demokrasi Pancasila yang dijalankan dengan musyawarah, gotong royong, dan digelorakan oleh rasa cinta pada tanah air, adalah jalan demokrasi terbaik yang sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia," tukasnya.

Apapun itu, Hasto memastikan Kongres V PDIP sudah siap untuk dilaksanakan. Dan melalui kongres itu, PDIP menegaskan komitmennya sebagai Partai Pelopor dengan mengedepankan aspek ideologi, disiplin, moralitas dan etika kader.

Baca juga:
Sama-Sama Lama di Partai, Prananda dan Puan Disebut Pantas Memimpin PDIP
Bantah Anies Baswedan, Djarot Tegaskan Era Ahok Mau Bangun ITF di Sunter
Djarot Tak Setuju Ganjil Genap Motor: Kasihan Wartawan
Jokowi Selesai 2024, Suara PDIP Dikhawatirkan Anjlok Seperti Demokrat
Bicara Soal Oposisi, Hasto Cerita Saat PDIP di Orde Baru dan Era Presiden SBY

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.