PDIP terima kasih PPP Djan Faridz ingin gabung terus di Pilkada
PDIP terima kasih PPP Djan Faridz ingin gabung terus di Pilkada. Ketua DPP PDIP Sukur Nababan mengaku berterima kasih jika keputusan yang diambil partainya mendapat dukungan dari PPP kubu Djan. Namun, dia enggan menduga-duga apa motif di balik sikap politik Djan.
PPP kubu Djan Faridz menyatakan dukungannya kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI. Sikap politik kubu Djan itu diklaim karena sejalan dengan PDIP.
Bahkan, tak hanya di Jakarta, kubu Djan mengaku siap memberikan dukungan kepada calon kepala daerah lain yang diusung PDIP. Muncul spekulasi, sikap politik PPP kubu Djan itu sebagai strategi agar mendapatkan SK Kepengurusan yang sah dari Kemenkum HAM. Sebab, Menkum HAM Yasonna Laoly dan Presiden Joko Widodo diketahui berasal dari PDIP.
Ketua DPP PDIP Sukur Nababan mengaku berterima kasih jika keputusan yang diambil partainya mendapat dukungan dari PPP kubu Djan. Namun, dia enggan menduga-duga apa motif di balik sikap politik Djan.
"Sebagai ketua DPP PDIP saya ucapkan terima kasih kepada Pak Djan terutama dalam Pilkada DKI dan daerah lain. Tentu saya yakin ada pertimbangan ideologi," kata Sukur saat dihubungi merdeka.com, Kamis (20/10).
Menurutnya, sikap politik Djan tentu melalui pertimbangan dari sejumlah aspek, semisal menyangkut ideologi dan kultural. Oleh karena itu, Sukur enggan menanggapi manuver politik bertujuan untuk mendapat legalitas kepengurusan dari Kemenkumham.
"Keputusan politik Dimyati dan Djan kapasitas tidak menduga. Mereka itu sudah memutuskan dengan pertimbangan politik dan tujuannya. Tidak dalam kapasitas saya untuk menganalisa karena saya bukan pengamat. Saya bukan pembujuk," tegasnya.
Sebelumnya, Sekjen PPP kubu Djan Dimyati Natakusumah mengklaim partainya adalah koalisi permanen dengan PDIP. Bahkan tidak hanya di Jakarta, katanya, PPP juga akan bersatu dan mendukung siapa pun calon kepala daerah yang diusung PDIP di semua daerah di Indonesia.
"Jadi kita PPP sudah canangkan kita adalah koalisi permanen dengan PDIP. Jadi seluruh pilkada yang ada PDIP-nya kita turut dukung, siapa pun," kata Dimyati di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/10).
Bahkan, Dimyati mengklaim jika perlu kantor DPP PPP dihubungkan dengan markas PDIP. Hal ini lantaran letak kantor kedua partai berdekatan. Kubu Djan juga menyebut PDIP adalah kawan lama yang berjuang bersama sejak Orde Baru.
"Kita mau buat connecting door antara PDIP dengan PPP. Kan kita satu tembok, kita buka nanti pintunya karena kalau enggak salah PDIP nomor 58, PPP 60. Berdempetan kan. PDIP PPP kawan lama, pada zaman Orde Baru senasib perjuangan dalam arti menderita saat itu bersama-sama," klaimnya.(mdk/eko)