PDIP tak lagi mepet tetapkan calon buat Gubernur Sumatera Utara
PDIP tak ingin kekalahan pada Pemilihan Gubernur Sumut 2013 terulang lagi. Salah satu langkah dilakukan, yaitu menentukan pasangan calon lebih awal.
PDIP tak ingin kekalahan pada Pemilihan Gubernur Sumut 2013 terulang lagi. Salah satu langkah dilakukan, yaitu menentukan pasangan calon lebih awal.
"Kalau telat agak merepotkan, karena pengalaman berharga, waktu kami mencalonkan Pak Effendi Simbolon (pada Pilgub Sumut 2013), waktunya kan agak mepet, agak repot kita. Itu saja kita selisihnya 3 persen dari Pak Gatot (Pujonugroho) yang menang tempo hari. Berdasarkan evaluasi itu, mudah-mudahan kita bisa lebih cepat lagi nanti menentukan pasangan," kata Ketua Bidang Hukum DPP PDIP Trimedya Panjaitan di Lapangan Mako Brimob Polda Sumut, Rabu (3/5).
Proses pencalonan gubernur dan wakil gubernur Sumut kemungkinan akan dibahas pada Rakernas PDIP di Jakarta, 20 Mei hingga 21 Mei. Mereka berharap dapat lebih siap menghadapi Pilkada serentak sudah ditetapkan KPU akan berlangsung pada Agustus 2018.
Trimedya menjelaskan, DPC di 33 kabupaten/kota akan membuka pendaftaran calon. Setelah proses penyaringan, nama-nama akan diserahkan ke DPD PDIP Provinsi Sumut. "Lalu DPD merekomendasikan sekurang-kurangnya 3 nama ke DPP. Itu tahapan yang sudah menjadi juklak PDI Perjuangan," jelas Trimedya.
Keputusan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumut yang akan diusung tetap ada pada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Tidak menutup kemungkinan (calon dari luar). Itu kan semua disurvei. Kalau sama sekali PDIP tidak mengambil nomor 1 itu Ibu Ketua juga yang menentukan. Apakah mengambil nomor duanya itu nanti Ibu Ketua Umum," papar Trimedya.
Sejauh ini, PDIP memang belum penjaringan secara resmi. Baru tiga kader partai yang sudah menyatakan keinginan menjadi calon Gubernur Sumut. "Sampai hari ini, 3 oranglah yang berkeinginan maju sebagai calon gubernur, yaitu Pak Junimart Girsang, Pak Sukur Nababan, dan Pak Maruarar Sirait," papar Trimedya.
Baca juga:
Kekalahan di Pilkada DKI jadi pembelajaran PDIP di Pilkada 2018
Sosok Musthofa, kader PDIP penantang Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng
PKS-Gerindra mau koalisi lagi di Jabar, ini kata Demokrat dan PDIP
Soal angket KPK, PDIP serahkan keputusan pada anggotanya di DPR
Kalah di Pilkada DKI, PDIP pamer menang di tiga provinsi
Megawati masih perlu pimpin PDIP satu periode lagi