PDIP Surabaya 'door to door' kenalkan program Gus Ipul-Puti ke masyarakat
PDIP, PKB, PKS, dan Gerindra melakukan pertemuan untuk membahas penggunaan APBD dengan tepat. Tim partai ini tidak ingin program yang dipergunakan hanya bersifat iming-iming, atau keinginan belaka tanpa bisa direalisasikan di masyarakat.
Partai pengusung pasangan calon (Paslon), Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, PDIP serius memenangkan pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur. DPC PDIP Kota Surabaya melakukan pengenalan program dengan 'door to door' ke masyarakat secara langsung.
"Saya sudah minta untuk door to door di masyarakat. Mereka harus turun secara langsung menyapa masyarakat," kata Ketua DPRD Surabaya, Armuji kepada Merdeka.com, Minggu (22/4).
Dalam pertemuan itu, kader-kader PDIP melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat dari rumah ke rumah. Sistem ini, ujar Cak Ji panggilan akrab Armuji memiliki dampak yang sangat besar. Masyarakat merasa dihargai dengan melakukan komunikasi secara langsung.
Saat ini, lanjut kader senior PDIP ini, program-program yang dimiliki Gus Ipul-Puti sangat berkualitas. Program yang ada bersentuhan langsung dengan masyarakat, baik perkotaan maupun pedesaan. Untuk itu, masyarakat lebih bisa menerima program-program yang dirasa masuk akal.
"Masyarakat sekarang sudah cerdas, mereka sudah mengetahui program yang masuk akal atau tidak. Kalau program Gus Ipul-Puti kan sudah melalui perhitungan matang, semua sudah masuk akal," jelasnya.
Perhitungan ini dilakukan untuk mengukur kekuatan APBD Provinsi, kemudian dilakukan mapping program-program untuk menyalurkan semua kebutuhan APBD tersebut. Program ini dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat saat ini, termasuk kebutuhan biaya yang dialokasikan untuk mendorong program yang sudah dimapping.
Jadi, semua partai pengusung Gus Ipul-Puti sebelum menentukan program yang akan diterapkan sudah bertemu. Mereka (PDIP, PKB, PKS, dan Gerindra) melakukan pertemuan untuk membahas penggunaan APBD dengan tepat. Tim partai ini tidak ingin program yang dipergunakan hanya bersifat iming-iming, atau keinginan belaka tanpa bisa direalisasikan di masyarakat.
"Makanya hal-hal seperti inikan perlu disosialisasikan kepada masyarakat secara langsung, door to door merupakan langkah tepat untuk memenangkan Mbak Puti," tegas dia.
Instruksi secara langsung yang dikeluarkan partai adalah bagaimana semua kader turun lapangan memenangkan pilgub. Sebab, pilgub ini merupakan tolak ukur untuk melangkah lebih lanjut ke pileg dan pilpres mendatang. Penguasaan area juga menjadi nilai tersendiri bagi calon yang akan maju dalam legislatif mendatang.
Kader, ungkap dia, tidak diperkenankan untuk bersantai dan melihat hasil pilgub dengan cara ‘menggelinding’. Calon Wakil Gubernur yang notabene sebagai Cucu Soekarno harus diperjuangkan hingga penghabisan. "Ini yang maju Mbak Puti, keturunan langsung Soekarno, kita harus berjuang sampai menang," kata Armuji.
(mdk/hhw)