LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PDIP sebut pemimpin amanah dan cerdas yang dimaksud SBY adalah Jokowi

Di hadapan santri dan ulama Cilegon, Minggu (22/4), Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyindir akan memunculkan capres dan cawapres dari tokoh baru yang sesuai dengan keinginan rakyat. SBY menyatakan, pemimpin baru itu amanah dan memikirkan kepentingan rakyat.

2018-04-24 11:21:07
Pilpres 2019
Advertisement

Di hadapan santri dan ulama Cilegon, Minggu (22/4), Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyindir akan memunculkan capres dan cawapres dari tokoh baru yang sesuai dengan keinginan rakyat. SBY menyatakan, pemimpin baru itu amanah dan memikirkan kepentingan rakyat.

Menanggapi itu, Bendahara Fraksi PDIP di DPR, Alex Indra Lukman tak mau serius melihat omongan SBY itu. Menurut dia, capres yang amanah dan mementingkan kepentingan rakyat adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah diusung PDIP sebagai capres di Pilpres 2019.

"Pemimpin yang amanah dam memikirkan serta mengerti keinginan rakyat adalah pemimpin yang mempunyai rekam jejak seperti Bapak Joko Widodo yang pernah periode menjadi Walikota Solo, jadi Gubernur DKI sebelum jadi Presiden," kata Alex saat dihubungi merdeka.com, Selasa (24/4).

Advertisement

Senada dengan Alex, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira dengan nada bercanda mengatakan, figur baru yang dikatakan SBY adalah figur yang baru menjabat sebagai presiden selama satu periode yakni Jokowi.

"Mungkin maksud Pak SBY figur yang baru satu periode," kata Andreas.

Demokrat sempat santer akan membentuk poros baru di Pilpres 2019. Namun skema Demokrat bersama PAN ini tak dianggap serius oleh PKB. Ketum PKB Muhaimin Iskandar lebih memilih gabung koalisi Jokowi dengan syarat menjadi cawapres kubu incumbent.

Advertisement

Tapi, PDIP sebagai partai utama pengusung Jokowi menegaskan, membuka lebar pintu bagi Demokrat untuk bergabung.

"PDI Perjuangan dan bersama partai-partai lain. Prinsipnya tetap terbuka," kata Andreas.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sinyal akan membentuk poros baru untuk pilpres 2019. Di hadapan santri dan ulama Cilegon, presiden ke-6 RI ini mengatakan akan melahirkan pasangan capres-cawapres yang sesuai dengan keinginan rakyat.

"Saya akan pasangkan nanti, capres-cawapres yang mengerti keinginan rakyat," kata SBY di Cilegon, Jawa Barat, Minggu (22/4), dalam keterangan tertulis Partai Demokrat.

SBY mengatakan dia berjanji akan melahirkan seorang pemimpin baru. Meski dalam pidatonya tersebut, dia tidak menyebutkan nama calon pemimpin yang dimaksud.

"Insya Allah nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas dan memikirkan rakyat banyak," imbuhnya.

Baca juga:
Ini cara menggunakan hak suara bagi WNI di luar negeri saat pemilu 2019
Pilpres 2019 dan upaya Gatot Nurmantyo jadi RI-1
Golkar yakin elektabilitas Jokowi terdongkrak jika proyek infrastruktur selesai
Elektabilitas Jokowi tinggi, PDIP sebut oposisi cenderung 'menyeruduk' membabi buta
PAN setuju wacana SBY lahirkan pemimpin baru di Pilpres 2019
Rommy soal kesiangan jadi cawapres Jokowi: Tidak ada kata tidak siap
PKB sebut poros tiga tergantung keseriusan Demokrat sebagai juru kunci

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.