LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PDIP sebut koalisi besar di Pilkada untuk menjaga stabilitas politik

PDIP tetap akan melakukan komunikasi dengan berbagai partai yang saat ini telah merapatkan barisan.

2016-05-31 18:26:31
PDIP
Advertisement

Kantor DPD PDIP DKI Jakarta kembali menerima kunjungan partai politik. Hari ini PDIP menerima Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di kantornya Tebet, Jakarta Selatan.

Plt Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Bambang DH membantah pertemuannya dengan berbagai partai politik untuk membuat koalisi gemuk yang akan melawan petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama.

"Tidak gitu. Tahun 2015 menjelang pilkada ada keputusan MK bahwa calon tunggal pun tidak masalah. Dengan keputusan itu kecenderungan ke depan akan buat koalisi besar. Jadi mereka yang punya modal popularitas besar akan buat koalisi sebesar mungkin," tutur Bambang DH usai menerima kunjungan dari DPW PKB di Kantornya, Selasa (31/5).

Advertisement

Bambang menuturkan, alasan pembentukan koalisi besar mungkin berdasarkan pada adanya jaminan keterpilihan calon yang diusung. Setelah terpilih calon akan membentuk stabilitas politik. Sehingga semakin banyak yang kekuatan politik yang akan mendukung.

"Kecenderungannya tidak hanya di DKI loh, bisa di banyak tempat. Ini akibat langsung dari keputusan MK lalu. Karena ketidakhawatiran tidak ada lawan," kata Bambang.

Sementara itu saat disinggung bila petahana Basuki alias Ahok tidak maju sebagai calon gubernur, PDIP tetap akan melakukan komunikasi dengan berbagai partai yang saat ini telah merapatkan barisan.

Advertisement

"Saya tidak berandai-andai. Ini kan dinamis. Walaupun komunikasi tetap ada, kan kita terus ikuti dinamika yang ada. Karena DKI itu yang paling cepat dinamikanya. Nanti makin dekat, bisa bukan hanya bulanan mingguan bahkan harian bisa terjadi zigzag kita harus antisipasi berbagai kemungkinan," ujar Bambang.

"Tapi bagaimana platform perjuangan sama, misal kita sudah buat banyak komunikasi paling tidak ada pandangan yang sama dalam melakukan penguatan kepartaian kita. Ini yang saya pikir membuat kita optimis bahwa upaya-upaya untuk mengecilkan arti sebuah kekuatan politik bisa ditepis," tambah Bambang.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.